JAKARTA, AFU.ID — Seorang perempuan bernama Susilowati, 46 tahun, meninggal setelah terjebak dalam kebakaran rumah di Jalan Kerapu Timur, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Rabu (22/7/2026). Korban ditemukan di dalam kamar mandi setelah petugas berhasil mengendalikan api. Saat kejadian, Susilowati berada seorang diri karena suaminya sedang berkeliling menjual gorengan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.15 WIB. Petugas kemudian mengerahkan sejumlah mobil pemadam untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit sebelum petugas dapat memasuki rumah. “Korban terjebak di belakang, di dalam kamar mandi,” kata Tantri.
Petugas menduga Susilowati mengalami kesulitan menyelamatkan diri ketika api mulai membesar. Korban disebut memiliki gangguan kejiwaan dan sehari-hari tinggal bersama suaminya di rumah tersebut. Namun, belum diketahui apakah pintu rumah dalam kondisi terkunci atau terdapat hambatan lain yang membuat korban tidak dapat keluar. Tidak ada penghuni lain di dalam rumah ketika kebakaran terjadi.
Sejumlah warga menyampaikan kepada petugas bahwa korban memiliki kebiasaan bermain korek api. Informasi itu kemudian menjadi salah satu dugaan awal yang diperiksa dalam penyelidikan. Tantri menegaskan keterangan warga tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai sumber api. Pemeriksaan kepolisian masih diperlukan untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan korek api, hubungan arus pendek, atau faktor lain.
Setelah korban ditemukan, petugas pemadam meminta bantuan Tim Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi jenazah. Penanganan korban meninggal diserahkan kepada kepolisian karena berada di luar kewenangan petugas pemadam. Belum ada keterangan resmi mengenai bagian rumah yang pertama kali terbakar maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut. Polisi juga belum mengumumkan hasil pemeriksaan awal di lokasi.
Tantri mengatakan penambahan armada dilakukan untuk menjaga pasokan air selama pemadaman. Satu mobil pemadam dapat kehabisan air dalam waktu sekitar 15 menit apabila terus digunakan menyemprot melalui selang berukuran besar. Armada lain karena itu disiapkan agar proses pemadaman tidak terhenti. Kebakaran tersebut kini menyisakan penyelidikan mengenai asal api dan mengapa korban tidak dapat keluar dari rumah. (RHU)