JAKARTA, AFU.ID — Rahma Islamic Centre di Winnipeg, Manitoba, Kanada, diduga menjadi sasaran penembakan saat sejumlah anggota komunitas Muslim masih berada di dalam gedung. Serangan itu terjadi setelah orang-orang dari sebuah kendaraan meneriakkan hinaan rasial kepada pengunjung masjid. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut karena pelaku gagal memasuki bangunan.
Peristiwa terjadi pada Rabu malam ketika sebuah kendaraan melintas di depan pusat Islam yang berada di Watt Street. Polisi menyebut senjata api diduga dilepaskan ke arah masjid hingga merusak sejumlah kaca sebelum kendaraan melarikan diri ke arah selatan. Dua orang kemudian datang berjalan kaki dan memecahkan kaca lain menggunakan benda yang belum teridentifikasi.
Polisi juga menerima laporan bahwa sejumlah pelaku telah mendatangi lokasi lebih awal pada malam yang sama. Mereka meneriakkan komentar bernada rasial kepada orang-orang yang berada di sekitar pusat Islam tersebut. Rangkaian hinaan dan perusakan membuat perkara itu diselidiki sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian.
“Untungnya mereka tidak dapat memasuki tempat tersebut dan tidak ada yang terluka,” tulis Rahma Islamic Centre, Kamis (30/7/26). Pengelola menyatakan serangan tersebut mengguncang sukarelawan, staf, anak-anak, serta komunitas yang selama ini menjadikan pusat itu sebagai tempat beribadah dan berkumpul. Rasa aman mereka disebut rusak oleh tindakan kekerasan yang diduga dilakukan secara sengaja.
Petugas patroli menemukan kaca-kaca yang baru pecah sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Kerusakan pada pintu dan jendela diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 dolar Kanada. Rekaman keamanan juga disebut memperlihatkan dua orang mendekati bangunan dan salah satunya memukul dinding atau kaca menggunakan benda tumpul.
Unit Kejahatan Kebencian Kepolisian Winnipeg mengambil alih penyelidikan bersama Unit Kejahatan Besar. Polisi akan meningkatkan patroli di sekitar Rahma Islamic Centre dan masjid-masjid lain di kawasan tersebut. Hingga kini, belum ada pelaku yang diidentifikasi maupun ditangkap.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam kejadian tersebut sebagai tindakan Islamofobia yang mengerikan dan tidak memiliki tempat di negaranya. Ia menyatakan lega tidak ada orang yang terluka serta mendukung kepolisian untuk membawa pelakunya ke pengadilan. Dewan Nasional Muslim Kanada juga memperingatkan bahwa serangan Islamofobia semakin sering terjadi di berbagai wilayah Kanada.
Rahma Islamic Centre telah melayani kebutuhan ibadah, pendidikan, dan sosial komunitas Muslim Winnipeg sejak 2016. Pusat tersebut berada di 574 Watt Street dan digunakan oleh warga dari berbagai kelompok usia untuk salat serta kegiatan komunitas. Serangan terhadap gedung itu tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga mengancam ruang aman masyarakat Muslim ketika mereka sedang berkumpul.
Polisi belum memastikan jenis senjata yang digunakan, jumlah tembakan, maupun hubungan antara pelaku yang berada di kendaraan dan dua orang yang merusak kaca. Penyelidikan juga harus memastikan apakah masjid telah dipantau atau ditargetkan sebelum serangan dilakukan. Fakta bahwa hinaan rasial mendahului dugaan penembakan menjadi petunjuk penting untuk membongkar motif para pelaku. (RHU)