AFU.id

KMP Mutiara Sentosa 2 Punya 6 Sekoci dan 25 Life Raft, Mengapa Penumpang Lompat ke Laut?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

KMP Mutiara Sentosa 2, yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, dilengkapi dengan enam sekoci dan 25 life raft, namun seluruh alat keselamatan tersebut tidak dapat digunakan karena kobaran api yang cepat menjalar ke bagian belakang kapal. Penumpang diarahkan untuk melompat ke laut dan menggunakan jaket pelampung, meskipun dalam kondisi yang bervariasi, untuk menyelamatkan diri saat kapal mulai terbakar. Sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi, sementara penyebab kebakaran dan pelaksanaan prosedur keselamatan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

KMP Mutiara Sentosa 2 Punya 6 Sekoci dan 25 Life Raft, Mengapa Penumpang Lompat ke Laut?
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Api Kepung Lokasi Alat Keselamatan

Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya selaku operator KMP Mutiara Sentosa 2, Ferdinan Pondang, juga memastikan kapal memiliki peralatan keselamatan. Namun, menurut Ferdinan, posisi alat penyelamat menjadi persoalan saat kebakaran meluas. “Tadi disampaikan sama kru, itu api berasal dari belakang. Sedangkan alat penyelamat itu semua di belakang posisinya, sekoci, ILR, semuanya di belakang,” kata Ferdinan.

ILR atau Inflatable Life Raft merupakan perahu karet yang dapat digunakan sebagai sarana evakuasi dalam keadaan darurat. Karena api menguasai bagian belakang kapal, penumpang kemudian diarahkan menuju bagian haluan. “Jadi nakhoda katanya menyampaikan itu penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal semua mulai terbakar,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat penumpang memilih menggunakan jaket pelampung dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Salah satu korban, Ade Lastri (40), warga Bogor, Jawa Barat, mengatakan dirinya mengetahui kapal terbakar ketika sedang sarapan bersama anaknya, Muhammad Guntur (16). Ade kemudian mengambil jaket pelampung sebelum bersama anaknya melompat ke laut.

Namun, dia mengaku pelampung yang digunakan mengalami kerusakan pada bagian ritsleting. “Ritsletingnya itu sudah pada rusak, makanya saya ketika di air itu, pegangi anak saya sambil tahan pelampung biar menutup. Itu ombaknya gede-gede banget,” kata Ade. Korban lainnya, Prapto (48), warga Nganjuk, Jawa Timur, juga memilih melompat setelah kondisi kapal semakin terbakar.

Menurut Prapto, kondisi jaket pelampung yang digunakan penumpang berbeda-beda. Ada yang masih bagus, tetapi ada pula yang kondisinya kurang baik. “Lompat setelah hangus semua, pakai jaket pelampung semua, cuman pelampungnya ada yang jelek dan bagus,” ujar Prapto. Prapto mengatakan para penumpang sempat mengapung di laut selama sekitar empat jam sebelum sebuah kapal tongkang datang memberikan pertolongan.

Dia juga menyebut sempat mengetahui keberadaan sekoci di bagian belakang kapal. Namun, alat tersebut tidak digunakan. “Sekoci ada satu itu di bagian belakang kapal, tapi enggak diturunkan katanya rusak,” katanya. Sebanyak 62 korban terakhir kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi pada Selasa (4/8/2026). Sementara itu, penyebab kebakaran serta pelaksanaan prosedur keselamatan dalam insiden tersebut masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi