JAKARTA, AFU.ID - Insiden kebakaran hebat yang menghanguskan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026) sorotan publik. Di balik musibah pelayaran dari Surabaya menuju Makassar tersebut, kapal Ro-Ro pengangkut penumpang dan kendaraan ini memiliki rekam jejak dan riwayat panjang sebelum akhirnya beroperasi di Indonesia.
Sebelum berlayar di perairan Nusantara, kapal ini dibangun di galangan kapal Saiki Heavy Industries, Jepang, dan resmi beroperasi pada Januari 1992 dengan nama asli Ferry Osaka. Selama 23 tahun, kapal ini dioperasikan oleh Meimon Taiyo Ferry, salah satu perusahaan pelayaran terkemuka di Jepang, untuk melayani rute jarak jauh Osaka–Kitakyushu.
Pada 16 September 2015, Ferry Osaka dipensiunkan usai digantikan armada baru. Kapal tersebut kemudian diubah namanya menjadi Golden Bird 5 selama proses transit dan pengurusan dokumen. Pada rentang September-Desember 2015, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, kapal ini dibeli oleh perusahaan pelayaran swasta Indonesia, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), lalu resmi berganti nama menjadi KM/KMP Mutiara Sentosa II (IMO 9021382 / MMSI 525022391 / Callsign YBDJ2).
Dari segi spesifikasi teknis dan dimensi, KMP Mutiara Sentosa 2 memiliki dimensi panjang 160 meter dan lebar (beam) 25 meter. Bobot mati kapal ini mencapai 3.850 ton, dengan usia kapal per tahun 2026 adalah 34 tahun. Mesin KM Mutiara Sentosa 2 menggunakan sistem Dry Sump Lubrication dengan minyak lumas SAE 40W (Caltex Delo 1000 Marine), di mana perawatan rutin seperti pembersihan filter, auto filter udara/pneumatik, serta pengujian sampel oli dilakukan berkala per tiga bulan.
Selama 23 tahun beroperasi di Jepang dengan nama Ferry Osaka maupun saat bernama transit Golden Bird 5, kapal ini tercatat memiliki rekam jejak keselamatan yang bersih tanpa riwayat insiden mesin atau kebakaran fatal. Hal ini didukung oleh regulasi ketat pengawasan docking berkala dari otoritas transportasi Jepang (MLIT).
Meski memiliki rekam jejak operasi yang panjang, KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami musibah kebakaran hebat di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. Api dilaporkan mulai berkobar melahap area kabin kapal sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro yang sedang mengangkut sekitar 250 orang penumpang dan awak kapal ini dilalap si jago merah saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar.
Panik lantaran kepungan asap tebal dan kobaran api yang dengan cepat menghanguskan area kabin, sejumlah penumpang berhamburan ke bagian haluan kapal hingga nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Usai memancarkan sinyal darurat (distress call), nakhoda kapal dilaporkan sempat terputus kontak. Tim SAR gabungan dari Basarnas (KN SAR 249 Permadi), KPLP, Ditpolairud, serta bantuan kapal melintas seperti TB Hasnur 26 dan Meratus Project 3 langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan darurat.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi bahwa kobaran api mulai melahap bagian kapal sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Sesaat setelah memberikan sinyal darurat (distress call), nakhoda kapal dilaporkan terputus kontak. "Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," ujar Nanang Sigit.
Hingga Minggu (2/8/2026) sore, tim SAR gabungan dari Basarnas (KN SAR 249 Permadi), KPLP, Ditpolairud, serta bantuan kapal melintas seperti TB Hasnur 26 dan Meratus Project 3 terus melakukan penyelamatan. Data pembaruan Basarnas mencatat sebanyak 222 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Namun, petugas mengonfirmasi empat orang penumpang ditemukan meninggal dunia akibat musibah tersebut. Kondisi fisik KMP Mutiara Sentosa 2 saat ini dilaporkan hampir habis terbakar dan terbawa arus di perairan utara Sumenep. Investigasi penyebab pasti kebakaran hingga kini masih ditangani oleh otoritas terkait.
MAR