JAKARTA, AFU.ID - Empat orang masih belum diketahui keberadaannya setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Rabu (5/8/2026), keluarga masih mendatangi posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mencari kepastian mengenai keberadaan mereka. Keempat korban tersebut yakni Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, dan Abdurrahman.
Mereka belum diketahui keberadaannya setelah insiden kebakaran kapal yang melayani rute Surabaya-Makassar tersebut. Anak Bustam Sanusi, Muhammad Jasuar Bustam, bersama ibunya, Samsiah, mendatangi posko terpadu penanganan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 untuk mencari kabar mengenai ayahnya. Jasuar mengatakan Bustam merupakan sopir asal Makassar.
Hingga kini, keluarga belum mendapat informasi mengenai keberadaannya. "Saya anak bapak sopir asal Makassar. Sekarang enggak ada kabarnya, enggak ada namanya," kata Jasuar di posko terpadu penanganan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2, Rabu (5/8/2026). Bustam sempat mengirimkan video dari atas kapal pada Minggu kemarin. Namun, beberapa jam kemudian, nomor telepon Bustam sudah tidak dapat dihubungi.
“Bapak yang kirim video pukul 09.00 pagi. Setelah itu, saya hubungi kembali 11.47 WIB sudah tidak aktif,” ujarnya. Teman keluarga Bustam, Hasanudin, mengatakan dirinya sempat bertemu dengan teman Bustam yang berhasil dievakuasi dari insiden tersebut. Menurut cerita korban selamat itu, Bustam sempat mendapat pertolongan ketika berada di laut. Namun, dia kembali jatuh hingga tiga kali dan pelampung yang digunakannya terlepas.
“Kalau tadi itu ceritanya, (Bustam) sudah ditolong teman, dinaikan lagi, jatuh lagi, sampai tiga kali, pelampungnya lepas, hilang. Itu cerita dari temannya yang selamat, kemarin temannya datang,” kata Hasanudin. Hasanudin juga menyebut Andik Herman, yang bekerja sebagai sopir di perusahaan yang sama dengan Bustam, belum ditemukan.
"Andik Herman juga tidak ada. Itu masih satu kerjaan, sopir juga. Andik Herman dan Bustam Sanusi yang belum ketemu,” ujarnya. Korban lain yang masih dicari adalah Abdul Manan. Dia diketahui bekerja sebagai juru masak di KMP Mutiara Sentosa 2. Kerabat Abdul Manan, Anton, mengatakan keluarga sempat berkomunikasi dengan korban saat proses bongkar muat kapal. Setelah itu, Abdul tidak lagi dapat dihubungi.
"Setelah dicari enggak ada, sudah dikonfirmasi. Waktu ke masuk posko sudah tanya, jawabannya berusaha dicari sama petugas,” kata Anton di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (5/8/2026). Anton mengatakan seluruh telepon seluler kru kapal tidak dapat dihubungi setelah kejadian. Dia kemudian melihat video di media sosial yang memperlihatkan Abdul bersama rekannya terjun ke laut.
“Ya waktu di pemuatan kapal, enggak ada yang bisa dihubungi, semua HP (kru kapal) mati semua. Terus Saya lihat di TikTok, ini kan sama temennya terjun ke laut, nah dia terpisah,” ungkapnya. Pihak keluarga telah mengonfirmasi keberadaan Abdul Manan kepada PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selaku operator KMP Mutiara Sentosa 2. Menurut Anton, pihak perusahaan menyatakan masih berupaya mencari keberadaan Abdul.
"Sudah (lapor), katanya kita masih sama-sama berusaha cari, enggak ada, di RS (rumah sakit) juga enggak ada. Kami berharap bisa ditemukan dalam kondisi apa pun," ujarnya. Sementara itu, Abdurrahman juga belum diketahui keberadaannya. Rekan kerjanya, Tarjo, mengatakan dirinya telah mencari Abdurrahman sejak hari pertama kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2.
“Ya hari Minggu, saya ikutin sampai dari siang, sampai malam itu, sampai pagi lagi saya ikutin. Nah ternyata tadi pas press conference kok cuma 238 (korbannya),” kata Tarjo. Tarjo mengaku memiliki bukti keberangkatan Abdurrahman menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2. Bukti tersebut berupa riwayat pembelian tiket resmi serta video truk yang masuk ke kapal.
"Saya tunjukan (buktinya), yakin karena ada history terakhir dia kirim laporan dan ada video tadi mobil yang masuk. Tanggal 1 Agustus, pukul 9 pagi, posisinya di kapal," ujarnya. Tarjo mempertanyakan nama Abdurrahman yang tidak tercantum dalam manifes meski dirinya memiliki bukti tiket dan dokumentasi keberangkatan.
"Yang saya tidak terimanya, kok bisanya gitu loh, di sini dia ada tiket resmi, ada video, ada foto terakhir, kok bisa tidak masuk daftarnya di manifes? Itu, yang jadi pertanyaan," kata Tarjo. Keluarga dan rekan keempat korban masih menunggu informasi mengenai keberadaan mereka. Sebelumnya, petugas telah menghentikan operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa 2, sementara sejumlah keluarga masih belum mendapatkan kepastian mengenai nasib kerabatnya. (FAD)