JAKARTA, AFU.ID — Tim SAR gabungan masih mencari dua penumpang Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 yang belum ditemukan pascakebakaran di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep, Jawa Timur. Hingga Senin (3/8/2026) siang, sebanyak 234 dari total 236 penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, lima orang dinyatakan tewas.
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit mengatakan, angka tersebut diperoleh berdasarkan pendataan sementara yang masih terus diverifikasi bersama operator kapal. Menurut dia, selisih dua orang belum dapat dipastikan sebagai korban hilang karena proses pencocokan manifest dan identitas penumpang masih berlangsung. "236 dan kemudian terevakuasi 234, sehingga masih ada selisih dua. Secara matematis masih ada dua korban yang belum ditemukan. Akan tetapi, ini merupakan data yang dinamis," ujar Nanang.
Untuk mempercepat pencarian, Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi menuju lokasi kebakaran. Tim penyelamat menyisir perairan di sekitar titik kapal terbakar dengan asumsi masih ada korban yang belum berhasil dievakuasi. Operasi pencarian juga melibatkan unsur TNI, Polri, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Nanang menjelaskan, proses pendataan korban masih terus berkembang seiring evakuasi yang belum sepenuhnya selesai. Sebanyak 57 korban yang sebelumnya berada di kapal TB Hasnur 26 masih dalam proses pemindahan ke KM Mutiara Lembar untuk selanjutnya dibawa menuju Surabaya. Karena itu, jumlah korban maupun status dua penumpang yang masih dicari masih berpotensi berubah setelah seluruh proses verifikasi rampung.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung penanganan korban di Surabaya. Pemerintah memastikan proses pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan hak korban dan keluarga akan terus dikawal bersama Basarnas, TNI, Polri, Pelindo, Jasa Raharja, rumah sakit, pemerintah daerah, dan operator kapal. Menurut Dudy, keselamatan penumpang dan perlindungan terhadap seluruh korban menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
Kementerian Perhubungan juga meminta operator KMP Mutiara Sentosa 2 bersikap kooperatif selama proses penanganan berlangsung. Operator diminta membantu pendataan identitas penumpang, memberikan informasi yang akurat kepada keluarga, dan memenuhi seluruh kewajiban terkait santunan serta perlindungan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga memastikan pencocokan data manifest dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi kepada keluarga korban. (RAI)