JAKARTA, AFU.ID — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan tidak ada dua penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang masih berstatus hilang seperti informasi yang sempat beredar. Basarnas menegaskan jumlah penumpang kapal yang menjadi dasar operasi pencarian sebanyak 233 orang. Dengan seluruh penumpang telah teridentifikasi, operasi pencarian tidak lagi difokuskan untuk mencari korban yang dinyatakan hilang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, seluruh data operasi mengacu pada manifest yang diterima dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan pemilik kapal. Berdasarkan data tersebut, seluruh penumpang telah berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. "Basarnas tidak pernah men-declare dua orang dalam pencarian. Jadi, nanti kami akan pastikan kalau memang informasi jumlah awal dan hasil akhir, di situlah kami akan tentukan bahwa operasi masih tetap dilanjutkan atau dihentikan," kata Syafii, Senin (3/8/2026).
Syafii menjelaskan, sebanyak 176 korban telah dievakuasi ke Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ketapang menggunakan jalur laut maupun darat. Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sisanya berhasil diselamatkan. Sebanyak 57 korban lainnya masih dalam perjalanan dari Pulau Masalembu menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan dijadwalkan tiba pada Selasa pagi.
Setibanya di Surabaya, seluruh korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diputuskan apakah memerlukan perawatan lanjutan atau dapat langsung dipulangkan. Proses pendataan juga dilakukan untuk memastikan identitas seluruh penumpang sesuai manifest. "Tentunya kondisi korban itulah nanti yang akan menentukan, apakah perlu perawatan atau langsung nanti diambil data," ujarnya.
Syafii juga meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut masih ada dua korban dalam pencarian. Menurutnya, hingga kini tidak ada laporan dari korban selamat mengenai anggota keluarga atau penumpang lain yang belum diketahui keberadaannya. Hasil pendataan di lapangan menunjukkan seluruh rombongan penumpang telah berhasil dikonfirmasi.
Basarnas menegaskan proses penanganan selanjutnya akan berfokus pada pemulangan korban, pendataan akhir, dan evaluasi operasi penyelamatan bersama instansi terkait. Seluruh keputusan mengenai penghentian operasi akan didasarkan pada hasil verifikasi manifest dan laporan resmi di lapangan. "Alhamdulillah satu hari ini kami mengunjungi para korban. Mereka menyampaikan seluruh rombongan, seluruh tim, dan seluruh yang dikenal sudah terkonfirmasi keberadaannya," tutup Syafii. (RAI)