Jakarta, AFU.ID - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten memasuki babak baru setelah sejumlah api berhasil dipadamkan. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melanjutkan proses penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.
KLH menggandeng pihak terkait untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang terjadi berhari-hari itu. Diketahui, proses pemadaman memakan waktu hingga 11 hari hingga api benar-benar tidak ada. Saat ini, petugas juga sedang melakukan proses pendinginan lokasi untuk menghilangkan sisa kepulan asap.
"Saya rasa kita fokusnya pemadaman dulu, tetapi setelah itu pasti akan ada penyelidikan lah, kira-kira begitu ya," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh. Jumhur Hidayat di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Sebelumnya, TPA Jatiwaringin terdampak kebakaran seluas kurang lebih 15 hektare. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan area lahan utama TPA Jatiwaringin akhirnya berhasil dipadamkan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan upaya keras dan kolaboratif dari tim gabungan penanganan darurat dari sejak peristiwa dilaporkan 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam. "Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," kata dia.
Abdul menjelaskan, meskipun area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga mengantisipasi adanya titik panas serta kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan luar kawasan TPA.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menyiapkan pembukaan dua hektare lahan baru untuk digunakan sebagai lokasi layanan pembuangan sampah sementara. "Pembuangan sampah yang dari wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih tetap normal. Kami sudah siapkan ada lahan dua hektare untuk ditempati sementara," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.
Bupati Tangerang juga memastikan pengangkutan sampah masih berjalan normal, di mana sekitar 1.200 ton sampah per hari akan dialihkan sementara ke lokasi baru yang kini telah disiapkan. "Tapi kalau misalkan nanti ini sudah selesai, lahan tersebut akan kami normalkan lagi, kami bersihkan lagi dan sampah sudah disiapkan di tempat-tempat yang harus menyongsong pengolahan sampah energi listrik," ucapnya.