AFU.id

Kelakar Jenderal Listyo Sigit Bakal Memimpin Demo Buruh jika Penerusnya Tak Pro-Pekerja, Sinyal Pergantian Kapolri?

Bagikan:

Penulis: Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kapolri saat ini, membuat pernyataan mengejutkan dengan berseloroh akan memimpin demonstrasi buruh jika penerusnya tidak memperhatikan hak-hak pekerja, yang memicu spekulasi mengenai pergantian kepemimpinan di Polri. Dalam acara peresmian Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, Sigit menekankan pentingnya Desk Ketenagakerjaan yang telah membantu banyak buruh dan menyiratkan bahwa bursa calon penggantinya mulai memanas, dengan 25 perwira tinggi bintang tiga yang berpotensi menjadi calon Kapolri berikutnya.

Kelakar Jenderal Listyo Sigit Bakal Memimpin Demo Buruh jika Penerusnya Tak Pro-Pekerja, Sinyal Pergantian Kapolri?
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (ANTARA)

Sentimen Berita

100% sumber condong ke netral

Kiri0%
Netral100%
Media Indonesia
Kanan0%

Di luar deretan Pati Bintang Tiga, publik dan pengamat kepolisian juga menyoroti potensi munculnya efek "Timur Pradopo", yakni fenomena Perwira Tinggi Bintang Dua (Irjen Pol) yang melesat cepat mendapatkan kenaikan pangkat Bintang Tiga dalam hitungan hari demi memenuhi syarat formal diajukan Presiden sebagai calon Kapolri. Skenario historis ini pernah terjadi pada tahun 2010 saat Irjen Pol. Timur Pradopo diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya, lalu memimpin Baharkam (naik menjadi Komjen Pol), dan dalam hitungan waktu singkat langsung ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Kapolri.

Dari jajaran "kuda hitam" ini ada beberapa jenderal bintang 2 Polri yang memiliki rekam jejak prestasi yang cukup baik. Di antaranya adalah Irjen Pol. Sandi Nugroho (Kadiv Humas Polri). Dia adalah lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa dari Akpol 1995. Sandi memiliki latar belakang kuat di bidang Reserse dan Komunikasi Publik.

Sandi juga meraih gelar Doktoral Hukum dengan predikat summa cum laude (IPK 4.0). Di bawah kepemimpinannya, Divisi Humas Polri berhasil meraih penganugerahan tanda kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden atas peran strategis pengelolaan komunikasi publik dan transparansi kepolisian.

Berikutnya ada Irjen Pol. Pipit Rismanto (Kapolda Jawa Barat). Lulusan Akpol 1994 ini merupakan perwira tinggi senior di bidang Reserse Kriminal Khusus. Sebelumnya pernah dipercaya memimpin Polda Kalbar, ia menjabat sebagai Dirtipidter Bareskrim Polri dan sukses membongkar berbagai kasus kejahatan lingkungan, tambang ilegal, hingga pengawasan distribusi bahan pokok nasional. Kariernya yang stabil di wilayah perbatasan menjadikannya salah satu figur Kapolda paling diperhitungkan.

Terakhir ada Irjen Pol. Hadi Gunawan (Kapolda Nusa Tenggara Barat). Lulusan Akpol 1994 ini dikenal sebagai perwira yang inovatif dalam pengamanan wilayah strategis dan destinasi pariwisata super prioritas (Mandalika). Ia diganjar berbagai penghargaan kepemimpinan visioner berkat terobosan pelayanan publik berbasis teknologi serta penguatan kemitraan keamanan di tingkat desa.

Dalam dinamika politik saat ini, keputusan akhir penunjukan pimpinan Korps Bhayangkara sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang hak prerogatif. Jika Presiden menghendaki penyegaran regenerasi angkatan yang lebih muda atau pertimbangan khusus penanganan keamanan nasional, bukan tidak mungkin figur Bintang Dua berprestasi berpeluang melompati gerbong senior untuk menduduki kursi nomor satu di Mabes Polri.

MAR

Berita Terkait

Pilihan Redaksi