JAKARTA, AFU.ID - Spekulasi mengenai pergantian pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kian gencar berembus di Kompleks Istana Kepresidenan maupun Parlemen. Sinyal rotasi jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) tersebut menguat pascapernyataan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto.
Saat dikonfirmasi mengenai kabar telah dikirimkannya Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri kepada DPR RI, Aries tidak membenarkan maupun membantah isu tersebut. Ia menegaskan, pergantian posisi puncak di Korps Bhayangkara sepenuhnya merupakan keputusan dan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. "Tunggu tanggal waktunya," ujar Aries di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Aries menekankan, rotasi jabatan di lingkungan pemerintahan dan institusi negara adalah hal yang lumrah. "Jabatan di dunia pasti akan diganti, tidak ada yang tidak diganti, kan begitu, tinggal waktunya tergantung Pak Presiden," tambahnya.
Pernyataan dari Kepala Bappisus tersebut bergulir di tengah respons dari internal Polri dan DPR RI. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri menegaskan bahwa isu Surpres tersebut tidak mengganggu kinerjanya maupun Korps Bhayangkara secara umum. "Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit apapun dilaksanakan. Kita menunggu saja," tegas Jenderal Listyo Sigit saat ditanya perihal isu Surpres tersebut, di Jakarta Rabu (5/8/2026).
Di sisi lain, jajaran pimpinan Komisi III DPR RI menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima lembaran fisik Surpres dari Istana. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengimbau publik untuk tidak berspekulasi berlebihan. "Kami mengimbau baiknya masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak ada dasarnya," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menilai, munculnya isu pergantian Kapolri kemungkinan karena masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit yang terbilang sudah cukup panjang. "Ya mungkin karena, udah lah, udah 5 tahun lu, gantian lah, misalnya gitu kan ada, bisa aja," ujarnya.
Terlepas dari beredarnya isu Surpres pergantian Kapolri, di internal Polri sendiri terdapat beberapa perwira tinggi bintang 3 atau Komisaris Jenderal (Komjen) yang dinilai layak menjadi penerus Listyo. Sebelumnya nama Komjen Pol. Karyoto (Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) cukup menguat, bahkan diisukan nama perwira tinggi lulusan Akpol 1990 ini sempat diusulkan langsung ke Presiden Prabowo.
Berikutnya adal nam Komjen Pol. Dedi Prasetyo yang saat ini menjabat sebagai Wakapolri yang juga lulusan Akpol 1990. Kemudian Komjen Pol. Syahar Diantoro Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri (Akpol 1991), Komjen Pol. Wahyu Widada, Inspektur Pengawasan Umum (Itwasum) Polri (Akpol 1991). Masih dari angkatan 1991 ada juga nama Komjen Pol. M. Fadil Imran yang menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Stamaops).
Di angkatan yang lebih muda, ada nama Komjen Pol. Yuda Gustawan yang menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri (Akpol 1993). Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat, Staf Ahli Manajemen dan Perencanaan (Stamarena) yang lulusan Akpol 1992. Ada pula nama Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya. Selain nama-nama tersebut, ada pula jajaran Komjen yang saat ini mengemban amanat di luar struktur kepolisian, seperti Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (Kepala BNN) dan Komjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo (Wakil Kepala BSSN). (MAR)