Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kebun Sawit Geser Habitat, Orang Utan Sumatra yang Sempat Terisolasi Kembali Dilepasliarkan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Arsip foto - Orang utan di Tahura Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. ANTARA/HO-Dok Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan
JAKARTA AFU.ID — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan satu individu orang utan sumatra (Pongo abelii) yang sebelumnya terisolasi di perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Senin, mengatakan proses pelepasliaran orang utan ke habitatnya itu berlangsung pada 12 April lalu. Orang utan tersebut dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan di Kabupaten Aceh Selatan.
"Sebelumnya BKSDA Aceh melalui Resor KSDA Wilayah Trumon menerima laporan ada satu individu orang utan masuk perkebunan sawit di wilayah penyangga sekitar kawasan hutan di Kabupaten Aceh Selatan pada 8 April 2026," katanya.
Dari laporan tersebut, kata Ujang Wisnu, BKSDA menurunkan tim beserta tenaga kesehatan hewan ke lokasi. Tim berhasil mengevakuasi satwa liar dilindungi yang terisolasi di kawasan perkebunan sawit itu.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan hewan, orang utan itu dinyatakan sehat dan dapat dilepasliarkan. Tim akhirnya melepasliarkan satwa dilindungi itu ke habitatnya," katanya.
Kepala BKSDA Aceh itu menyebutkan orang utan tersebut berjenis kelamin jantan dan berusia antara delapan hingga sembilan tahun. Saat dievakuasi tidak ditemukan luka atau trauma pada bagian tubuhnya.
"Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan atau menjumpai orang utan berada di luar hutan seperti di perkebunan atau permukiman agar segera melaporkan kepada petugas BKSDA terdekat untuk segera dilakukan penanganan yang tepat," katanya.
Selain itu, BKSDA Aceh juga meminta masyarakat untuk turut menjaga hutan dan ekosistem di sekitarnya, serta tidak menebang atau membuka lahan di kawasan hutan yang menjadi habitat orang utan.
"Berkurang dan terfragmentasinya habitat akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor utama penurunan populasi orang utan sumatra," kata Ujang Wisnu Barata.