Jakarta, AFU.ID - Ratusan massa aksi yang tergabung dalam demo “Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat” di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6/2026) mengajukan 11 tuntutan. Tuntutan itu di antaranya meminta menurunkan harga kebutuhan pokok dan menghentikan program MBG.
Jubir Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma mengatakan, aksi demo ini digelar sebagai kelanjutan dari perlawanan warga Surabaya atas situasi nasional yang semakin mencekik masyarakat kecil di akar rumput.
"Hari ini adalah perpanjangan atau nafas dari perlawanan Kota Surabaya. Seperti yang kita lihat per hari ini apa-apa mahal, bahan pokok juga naik, itu juga dikeluhkan oleh saya selaku pengusaha UMKM," kata Septia kepada wartawan di depan Grahadi, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, nafas perlawanan harus terus dijaga terus-menerus agar tidak mati. “Dengan beberapa tuntutan. Salah satunya yang paling krusial adalah turunkan harga BBM dan harga kebutuhan pokok," tambah Septia.
Selain masalah harga pangan, 11 tuntutan yang dibawa hari ini juga menyuarakan jeritan kelompok pengangguran yang menuntut realisasi janji kampanye Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenai penyediaan 19 juta lapangan pekerjaan.
"Bahkan ada kelompok pengangguran yang saat sekarang itu turun juga untuk menuntut lapangan pekerjaan yang dijanji-janjikan oleh Pak Wakil Presiden Gibran," ujarnya.
Septia menilai pemerintah saat ini tidak tegas dalam mengambil sikap dan memutuskan kebijakan karena tidak menyentuh akar persoalan. Kebijakan pemerintah juga dinilai tidak langsung berdampak pada kebutuhan rakyat di bawah.
Selain itu, para demonstran juga menyoroti sikap penguasa yang terlalu represif terhadap rakyat. Itu tercermin dalam keterlibatan TNI yang selalu siap sedia untuk atasan, tetapi selalu menekan rakyat.
Pemerintah juga dianggap tidak pernah mengevaluasi diri bagaimana kebijakan soal MBG dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak menyentuh akar permasalahan.
Mereka juga menyoroti isu pendidikan dan fasilitas umum yang terbengkalai, jauh dari memikirkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Ditambah lagi dengan isu pelemahan rupiah, tetapi pemerintah justru mempertahankan kebijakan yang tidak berdampak.
"Karena yang kita pahami adalah seharusnya soal pendidikan, soal fasilitas umum itu jauh lebih penting. Pun sekarang dolar juga melemah. Seharusnya itu yang difokuskan oleh pemerintah tetapi mereka malah fokus pada kebijakan-kebijakan yang lemas longor,” kata Septia.
Daftar 11 Tuntutan Aksi #IndonesiaSekarat di depan Grahadi Surabaya
Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Cabut UU Polri dan UU TNI.
Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak.
Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik.
Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
Ciptakan dan Perbanyak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.
Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi.
(EER)