JAKARTA, AFU.ID — Konstelasi politik menuju Pemilu 2029 mulai memanas, khususnya di wilayah Jawa Tengah yang selama ini menjadi basis pertahanan utama PDI Perjuangan. Di tengah ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang bertekad meruntuhkan dominasi "Kandang Banteng" menjadi "Kandang Gajah", temuan data elektoral menunjukkan adanya potensi penggerusan basis suara PDIP dari dalam.
Berdasarkan data riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) terbaru, diktuip Jumat (31/7/2026), figur Gibran Rakabuming Raka terbukti memiliki daya pikat ekstrateritorial yang signifikan. Dalam analisis lintas sektoral pemilih partai, sebesar 28% pemilih PDIP menjatuhkan pilihannya kepada Gibran. Angka ini menjadikan Gibran sebagai figur dengan porsi dukungan tertinggi di ceruk pemilih partai berlambang banteng moncong putih tersebut, melampaui raihan calon-calon lainnya.
Meski angka 28% belum mencapai batas mayoritas mutlak (>50%), temuan ini memperlihatkan fenomena "Banteng Berhati Gajah", di mana sebagian basis massa PDIP terbelah dan berpotensi dialihkan ke kubu lain. Modal elektoral nasional Gibran yang berada di angka 8,8% sangat kuat ditopang oleh dua ceruk utama pemilih PDIP (28%) serta basis loyalis PSI (16%), ditambah dengan limpahan 20% pemilih Partai Gerindra.
Terkait Gerindra, hasil survei tersebut juga mengungkapkan, adanya pemilih Gerindra yang kurang loyal ke Prabowo. Pada kolom Gerindra, pemilih Gerindra yang memilih Prabowo hanya sebesar 39%. Data tersebut memmang menunjukkan, Prabowo unggul di basis Gerindra dibanding kandidat lain (39%), tetapi angka ini menunjukkan tingkat loyalitas yang sangat rendah untuk ukuran seorang ketua umum partai/tokoh utama.
Survei tersebut menunjukkan, suara pemilih Gerindra terpecah cukup signifikan ke calon lain. Terbanyak adalah ke Anies Baswedan yang mencapai 23%. Di posisi kedua ada Gibran (20%) dan Dedi Mulyadi (19%). Data ini menunjukkan mayoritas pemilih Gerindra justru memilih nama lain selain Prabowo.
Dinamika keterbelahan pemilih ini sejalan dengan strategi pemenangan PSI di Jawa Tengah. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, baru saja mengumumkan perang terbuka dengan menyatakan diri bakal maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V pada Pemilu 2029. Dapil yang meliputi Surakarta, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo tersebut dikenal sebagai wilayah keramat sekaligus lumbung suara utama PDIP, tempat berlaganya para elite seperti Puan Maharani.
"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," tegas Kaesang dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, beberapa waktu lalu.
Optimisme senada diusung oleh pengurus daerah PSI. Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, menyatakan siap menyiapkan safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke wilayah Jateng demi memastikan peta politik berubah. "Tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak keliling Jawa Tengah, memastikan bahwa Jawa Tengah benar-benar sebagai 'kandang gajah'," serunya.
Rencana ekspansi PSI dan potensi pergeseran suara pemilih tak lantas membuat PDI Perjuangan gentar. Mantan Capres 2024 sekaligus Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menegaskan keyakinannya, Jawa Tengah tidak akan mudah digoyahkan oleh manuver politik PSI maupun pengaruh keluarga Jokowi."Saya masih yakin Kandang Banteng," ujar Ganjar menanggapi langkah Kaesang.
Ganjar menilai setiap warga negara memiliki hak politik untuk maju di dapil mana pun, namun ia meyakini basis massa PDIP di Dapil Jateng V tetap solid dan tidak akan terpecah. "Nggak, kita kan partainya beda. Oh, orang nyalon kok nantang. Semuanya boleh," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) menilai ambisi PSI saat ini masih sebatas retorika politik di tengah ketidakpastian regulasi. Menurutnya, sebagian besar partai politik dan caleg saat ini masih menahan diri (hold) menunggu kepastian revisi Undang-Undang Pemilu.
"Orang punya keinginan kok diucapkan. Apakah keinginan tersebut kemudian di-breakdown menjadi langkah-langkah nyata untuk mewujudkan keinginannya, nah itu kan nanti di lapangan," pungkas Bambang Pacul.
Tantangan Nyata PSI di Lahan SuburPara pengamat politik menilai, hadirnya figur Gibran dan manuver Kaesang di Jateng V memang memberikan amunisi elektoral yang nyata bagi PSI. Kunci pertarungan 2029 di Jawa Tengah tidak lagi sekadar perebutan figur, melainkan sejauh mana PSI mampu mengonsolidasikan 28% simpatisan PDIP yang terpikat oleh kepemimpinan Gibran untuk dikonversi menjadi perolehan kursi legislatif PSI secara permanen.
MAR