AFU.id

Beda Nasib Prabowo dan Gerindra, Sang Ketum Keok Lawan KDM, Partainya Masih Nomor Satu

Bagikan:

Penulis: Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Hasil survei terbaru oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perbedaan signifikan antara elektabilitas Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Meskipun Prabowo mengalami penurunan drastis dalam dukungan, hanya 28,3% dalam simulasi head-to-head melawan Dedi Mulyadi, yang meraih 59%, Partai Gerindra tetap berada di puncak elektabilitas partai dengan 16,9%. Penurunan ini terkait erat dengan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah, yang berimplikasi pada dinamika politik menjelang pemilu mendatang.

Beda Nasib Prabowo dan Gerindra, Sang Ketum Keok Lawan KDM, Partainya Masih Nomor Satu
Survei SMRC menunjukkan Gerindra masih di posisi teratas (Istimewa)

Sentimen Berita

75% sumber condong ke kanan

Kiri0%
Netral25%
IDN Times
Kanan75%
Okezone
Media Indonesia
TV One News

SMRC menilai keterkaitan erat antara penurunan elektabilitas Prabowo dan Gerindra dengan merosotnya tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja pemerintah. Approval rating Presiden Prabowo tercatat terjun dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026. Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan masyarakat melonjak pesat dari 16,0% menjadi 46,9%.

Deni Irvani menyebut pergeseran ini dipengaruhi oleh melemahnya sentimen positif publik terhadap kondisi ekonomi nasional, stabilitas politik, penegakan hukum, serta sorotan atas eksekusi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menanggapi rilis riset SMRC tersebut, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan partainya menyikapi hasil temuan ini secara terbuka dan menjadikannya sebagai bahan masukan untuk evaluasi pemerintah.

"Kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji, dan tentunya hasil survei juga itu adalah berupa masukan-masukan yang nantinya kita akan komparasikan. Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini," tegas Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Survei nasional SMRC ini dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak, menggunakan metode wawancara telepon (83,8%) dan tatap muka (16,2%), serta memiliki tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±3,7% pada tingkat kepercayaan 95%.

MAR

Berita Terkait

Pilihan Redaksi