JAKARTA, AFU.ID — Komika Mega Salsabillah mengaku telah dua kali didatangi aparat maupun petugas pemerintah setelah mengunggah konten satir. Kejadian terbaru berlangsung setelah ia membuat parodi mengenai uang dan emas yang ditemukan dalam penggeledahan rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.Mega mengklarifikasi orang-orang yang mendatangi rumahnya pada dini hari merupakan personel Jatanras Polda Metro Jaya. Mereka datang untuk meminta penjelasan mengenai video satir yang sempat dipercaya sebagian pengguna media sosial sebagai pengakuan sebenarnya.
Kedatangan polisi tersebut merupakan kejadian kedua yang dialami Mega akibat konten komedi. Sebelumnya, ia mengaku pernah didatangi petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setelah menyindir lambatnya pelayanan administrasi di Kabupaten Tangerang.“ Kedua. Yang pertama pernah didatangi Dukcapil gara-gara konten satir juga, ngomong kalau mengurus birokrasi di Kabupaten Tangerang itu harus minimal izin kerja seminggu,” kata Mega di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/26).
Dalam konten itu, Mega menyindir proses pengurusan dokumen kependudukan yang menurutnya tidak selalu selesai dalam sehari. Ia menyebut warga bisa diarahkan melalui sejumlah tahapan sebelum urusannya diselesaikan. “Karena sehari belum tentu selesai, diputar-putar dulu. Akhirnya didatangi Dukcapil ke rumah,” ujarnya.
Pengalaman terbaru berkaitan dengan video parodi yang dibuat Mega setelah penggeledahan rumah Febrie di Sentul, Bogor. Dalam video tersebut, ia berpura-pura mengaku sebagai pemilik uang dan emas yang menjadi sorotan publik. Mega mengatakan video itu merupakan satire, bukan pengakuan faktual. Namun, konten tersebut dipercaya sebagian warganet sehingga polisi mendatangi rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB untuk meminta klarifikasi.
Kedatangan personel Jatanras sempat membuat keluarga dan kerabat Mega panik. Mereka mengira Mega terlibat perkara pidana karena unit kepolisian yang datang dikenal menangani kejahatan berat. “Saudara-saudara yang jauh pada menelepon karena yang datang polisi Jatanras. Jadi pada bertanya, ‘Kamu melakukan apa sampai didatangi Jatanras?’” tutur Mega.
Ia kemudian menjelaskan kepada keluarganya bahwa polisi hanya meminta klarifikasi mengenai konten yang dibuat. Mega tidak diperiksa sebagai pihak yang terlibat dalam perkara uang dan emas tersebut. Setelah dua kali didatangi petugas pemerintah, Mega berencana lebih berhati-hati ketika membuat materi komedi mengenai perkara hukum yang masih berjalan. Ia mempertimbangkan untuk menyertakan penjelasan bahwa unggahannya merupakan konten satire atau parodi. Mega juga berencana memberikan penanda lebih jelas pada keterangan unggahan agar kontennya tidak kembali dianggap sebagai pernyataan faktual.(RHU)