JAKARTA, AFU.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan hadiah uang tunai sebesar Rp250 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan atau memberikan informasi terkait keberadaan Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan. Penawaran tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Dedi Mulyadi pada hari Selasa (23/6/2026).
Dedi Mulyadi mengatakan hadiah akan diberikan kepada masyarakat yang mampu menangkap tersangka, menyerahkannya kepada aparat, atau memberikan informasi akurat tentang lokasi keberadaannya. Dana hadiah akan dikeluarkan dari kantong pribadi Gubernur sebagai wujud keterlibatan aktifnya dalam proses pencarian.
Janji tersebut ia buat sebagai bentuk kemarahannya terhadap Taufik Hidayat atas kasus keji yang telah ia lakukan selama 3 tahun tersebut. Dedi juga turut menyebut pihak kepolisian akan segera meringkus Taufik dalam waktu dekat.
Dalam hal ini, Polda Jawa Barat (Jabar) juga telah menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Taufik Hidayat. “Taufik Hidayat selaku pelaku dalam kasus ini telah kami tetapkan sebagai tersangka penganiayaan, Pasal 466 KUHP yang baru tahun 2023,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, Selasa (23/6/2026).
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan sebelumnya juga mengatakan polisi sempat hampir menangkap Taufik, namun ia berhasil melarikan diri karena kerap berpindah-pindah tempat persembunyian. “Sementara, kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap,” kata Hendra.
Berdasarkan penelusuran sejumlah media, kasus ini bermula ketika Taufik berkenalan dengan korban berinisial YTR di sebuah konser musik di kawasan Bandung pertengahan 2023. Perkenalan itu berlanjut menjadi hubungan asmara antara keduanya. Tak lama setelah itu, Taufik sempat berkunjung satu kali ke rumah keluarga YTR di Rancaekek. Namun pertemuan tersebut menjadi yang terakhir bagi keluarga, sebab YTR kemudian tidak pernah lagi pulang ke rumah meski sebelumnya rutin pulang sepekan sekali.
Keluarga korban mengaku mulai kesulitan menghubungi YTR sejak 2023. Adik korban, Syahrul Ulum menyebut, komunikasi lewat telepon kian terbatas dan nada bicara YTR berubah kasar setiap kali dihubungi. Selama hampir tiga tahun, keluarga hanya mengetahui YTR bekerja di Jakarta setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Saat keluarga sempat menyebarkan informasi pencarian orang hilang di media sosial karena curiga, YTR justru marah dan meminta unggahan tersebut dihapus.
Adapun sebagai informasi, Taufik Hidayat diketahui sehari-hari bekerja sebagai debt collector atau penagih utang eksternal di sebuah perusahaan pembiayaan. Sosoknya menjadi sorotan setelah YTR, yang merupakan kekasihnya, ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka berat di sejumlah bagian tubuh, termasuk mengalami kebutaan permanen.
Meski berstatus buronan, jejak digital yang diduga milik Taufik masih ditemukan aktif. Sebuah akun TikTok bernama pengguna @dudajelek351, yang memiliki puluhan ribu pengikut, disebut masih menunjukkan aktivitas unggahan dalam beberapa hari terakhir. Akun tersebut ramai diserbu warganet yang menanyakan identitas pemiliknya, meski sebagian netizen masih ragu lantaran foto di akun itu berbeda dari foto Taufik yang telah beredar luas.
Lebih jauh, setelah kasus ini viral, muncul pengakuan dari perempuan lain melalui kolom komentar di media sosial yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan Taufik pada awal 2024. Ia mengaku sempat dibawa ke wilayah Solokan Jeruk dan baru bisa pulang setelah berulang kali meminta diturunkan. Tim advokat Hotman 911 yang mendampingi keluarga YTR juga menyebut menerima informasi soal dugaan korban lain di wilayah Garut dengan pola penyiksaan yang serupa. Hingga berita ini diterbitkan, polisi terus mendalami kasus tersebut sembari memburu keberadaan Taufik Hidayat. (NAD)