JAKARTA, AFU.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tekanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang meminta Washington membatalkan rencana penjualan jet tempur F-35 kepada Turkiye. Trump menegaskan keputusan penjualan persenjataan AS tidak dapat ditentukan oleh pemimpin negara lain. Pernyataan keras itu disampaikan menjelang pertemuan keduanya di Washington.
“Tidak ada yang bisa mengatur saya soal apa yang harus kami jual,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Senin (27/07/26). Ia mengakui Turkiye bukan pendukung Israel maupun Netanyahu, tetapi menekankan Ankara memiliki hubungan baik dengannya. Trump juga menyatakan Washington akan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan Amerika Serikat.
Netanyahu sebelumnya melobi Trump agar tidak memberikan jet tempur generasi kelima tersebut kepada Turkiye. Israel khawatir penjualan F-35 akan memperkuat kemampuan militer Ankara dan mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Turkiye dan Israel juga sedang bersaing memperluas pengaruh di kawasan, terutama di Suriah.
Turkiye dikeluarkan dari program F-35 setelah membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia pada 2019. Pembelian itu membuat Ankara terkena sanksi Amerika Serikat dan kehilangan akses terhadap jet tersebut. Trump kini membuka peluang mengembalikan Turkiye ke program F-35, meski rencana itu masih menghadapi aturan hukum dan kemungkinan penolakan Kongres AS.
Trump kemudian menyindir ketergantungan Israel terhadap dukungan militer dan politik Washington. Ia menyatakan Israel termasuk negara yang sulit bertahan tanpa bantuan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut memperlihatkan ketegangan terbuka antara dua pemimpin yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat.
Perselisihan soal F-35 muncul ketika Trump dan Netanyahu juga berbeda pandangan mengenai penanganan perang serta masa depan Iran. Trump disebut lebih membuka ruang perundingan, sementara Netanyahu menginginkan tekanan militer terus dilakukan untuk melemahkan kemampuan nuklir dan rudal Iran. Iran menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan keduanya di Washington.
Pertemuan itu akan menguji seberapa besar Netanyahu masih dapat memengaruhi kebijakan luar negeri dan pertahanan AS. Selain Iran dan penjualan F-35, keduanya diperkirakan membicarakan Gaza, Lebanon, serta perubahan kekuatan di Timur Tengah. Namun, pernyataan Trump memberi sinyal bahwa keberatan Israel tidak otomatis menghentikan rencana Washington merangkul Turkiye.(RHU)