AFU.id

Update Perang Iran-AS: Saudi Ikut Serang Irak, Trump Marah ke Netanyahu, Iran Serang Pangkalan di Yordania

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Dalam 48 jam terakhir, ketegangan di Timur Tengah meningkat dengan serangan rudal balistik Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan operasi udara gabungan AS bersama Arab Saudi terhadap milisi pro-Iran di Irak timur. Meskipun serangan rudal Iran berhasil dicegat dan tidak menimbulkan korban, situasi tetap rapuh, terutama setelah serangan drone ke infrastruktur energi Arab Saudi. Di sisi lain, hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memburuk, dengan Trump mengkritik rencana Netanyahu terkait program nuklir Iran, sementara menegaskan kesiapan AS untuk melanjutkan operasi militer jika diplomasi gagal.

Update Perang Iran-AS: Saudi Ikut Serang Irak, Trump Marah ke Netanyahu, Iran Serang Pangkalan di Yordania
Donald Trump bersitegang dengan Benyamin Netanyahu terkait strategi perang dengan Iran.

Trump menerima kunjungan Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (28/7). Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kedua pemimpin sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu. Sebelum pertemuan berlangsung, Trump secara terbuka mengkritik rencana Netanyahu yang ingin membahas fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain, yang diyakini terkait program nuklir Iran di dekat Natanz. Trump mengatakan dirinya tidak memerlukan penjelasan dari Netanyahu mengenai fasilitas tersebut. "Saya tidak perlu Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi mengatakan itu karena dia ingin saya tetap terlibat," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News sebelum pertemuan berlangsung dikutip AFU.ID, Rabu (29/7/2026).

Trump juga menegaskan AS mengetahui kondisi fasilitas tersebut dan mengancam akan menghancurkannya apabila Iran gagal mencapai kesepakatan diplomatik mengenai program nuklirnya. Namun, hingga kini belum ada serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran dalam dua hari terakhir. Pemerintahan Trump sebelumnya menghentikan sementara serangan langsung ke wilayah Iran setelah sekitar 13 hari operasi militer berturut-turut, dengan alasan membuka peluang negosiasi melalui mediator regional.

Trump bahkan sempat menyebut terdapat "peluang bagus" untuk mencapai kemajuan diplomatik. Namun, ia juga memperingatkan bahwa AS siap kembali melancarkan operasi militer besar apabila pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan. Meski aktivitas kelompok Houthi di Yaman relatif mereda dalam dua hari terakhir, eskalasi di Irak dan serangan rudal Iran ke Yordania menunjukkan konflik telah bergeser ke front-front proksi yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu Teheran di berbagai negara Timur Tengah. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi