AFU.ID, JAKARTA - Konservasi taman nasional di Indonesia kini memasuki tahap penguatan global melalui inisiatif kerja sama sister park dengan Pemerintah Jepang.
Melansir website Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) pada Senin, 30 Maret 2026, Menteri Raja Juli Antoni mengusulkan kolaborasi strategis antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan tiga taman nasional domestik.
Taman Nasional Kerinci Seblat, Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Rinjani menjadi kandidat utama karena karakteristik ekosistemnya serupa dengan Jepang.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan melalui pertukaran praktik terbaik di bidang perlindungan alam dan pengembangan sektor ekowisata berkelanjutan.
Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menyambut baik usulan tersebut dan mendorong penyelenggaraan lokakarya teknis guna merumuskan kerangka kerja sama yang implementatif.
“Kerja sama sister park ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik di bidang konservasi dan pengembangan ekowisata,” ungkap Raja Juli Antoni.
“Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi taman nasional Indonesia agar semakin dikenal di tingkat global,” tambah Menteri Kehutanan (Menhut) RI Periode 2024-2029 ini.
Sebelumnya, Raja Juli Antoni telah menandatangani kesepakatan mengenai perlindungan satwa liar dengan Gubernur Prefektur Shizuoka pada akhir Maret 2026.
Kesepakatan tersebut fokus terhadap program pinjaman pembiakan atau breeding loan bagi satwa komodo sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui kemitraan tersebut, Indonesia berkesempatan mengadopsi teknologi pemantauan kawasan hutan yang lebih modern dari otoritas taman nasional di Jepang.
Kemenhut RI berharap kolaborasi internasional dalam konservasi taman nasional mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar kawasan lindung.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi poin penting dalam lokakarya mendatang agar petugas lapangan memiliki standar kompetensi internasional.
Implementasi program sister park juga diproyeksikan dapat menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya dari Jepang, untuk berkunjung ke Indonesia.
Kemenhut RI berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus memastikan perlindungan satwa endemik tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjanjian kerja sama.
Sinergi lintas negara tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan iklim global melalui tata kelola konservasi taman nasional yang lebih akuntabel.