JAKARTA, AFU.ID - Tawaran kuota internet gratis 81 GB yang dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia beredar di tengah masyarakat. Iming-iming tersebut mencatut momentum kemerdekaan dengan menjanjikan kuota dalam jumlah besar kepada pengguna telepon seluler. Namun, pola serupa pernah beredar pada peringatan HUT RI sebelumnya dan tidak berasal dari program resmi operator.
Pada HUT ke-80 RI, pesan berantai melalui WhatsApp pernah menawarkan kuota gratis 50 GB yang diklaim berlaku untuk pengguna seluruh operator. Pesan tersebut menjanjikan kuota tanpa syarat, tanpa login, dan tanpa survei sehingga penerima hanya diminta mengecek nomor melalui tautan yang disediakan. Setelah ditelusuri, tautan itu justru tidak mengarah ke laman resmi perusahaan telekomunikasi.
“Kuota 50GB Gratis Spesial Menyambut 17 Agustus! 50GB tanpa syarat, tanpa login, tanpa survey, untuk semua operator,” demikian salah satu narasi dalam pesan berantai tersebut. Klaim itu dibuat seolah-olah hadiah dapat diperoleh siapa saja tanpa mekanisme khusus dari operator. Padahal, situs yang terbuka dari tautan tersebut justru menawarkan pengguna untuk berlangganan layanan buku audio.
Pola tersebut membuat tawaran kuota 81 GB yang muncul pada momentum HUT ke-81 RI perlu dicermati sebelum pengguna membuka tautan atau menyerahkan data pribadi. Besaran kuota yang disesuaikan dengan usia kemerdekaan dapat membuat pesan terlihat relevan dengan perayaan 17 Agustus, tetapi angka tersebut tidak menjadi bukti bahwa program berasal dari operator telekomunikasi. Keabsahan suatu promo tetap harus dilihat dari penyelenggara dan kanal resmi yang mengumumkannya.
Masyarakat juga perlu mewaspadai klaim hadiah yang disebut berlaku untuk seluruh operator hanya melalui satu tautan. Setiap operator memiliki sistem, aplikasi, dan mekanisme distribusi paket data masing-masing sehingga penawaran lintas operator membutuhkan penyelenggara yang jelas. Ketiadaan identitas penyelenggara maupun informasi resmi menjadi alasan bagi pengguna untuk tidak langsung mempercayai tawaran tersebut.
Pesan berantai semacam ini dapat memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap promo yang muncul pada momentum nasional. Pengguna yang tergiur kuota besar berpotensi diarahkan menuju situs yang tidak berkaitan dengan operator, sebagaimana terjadi pada tautan kuota 50 GB yang beredar sebelumnya. Karena itu, alamat situs perlu diperiksa sebelum nomor telepon, kode OTP, maupun informasi pribadi dimasukkan.
Berdasarkan bahan yang ditelusuri, pola tawaran kuota gratis dalam rangka HUT RI memang pernah dinyatakan sebagai informasi palsu karena tautannya tidak mengarah pada program resmi operator. Namun, bahan tersebut secara spesifik membahas klaim 50 GB pada HUT ke-80 RI, sehingga klaim 81 GB yang beredar pada tahun ini tetap harus diperiksa berdasarkan tautan dan pihak yang menyebarkannya. Masyarakat sebaiknya memastikan setiap promo melalui situs, aplikasi, atau akun resmi operator sebelum melakukan klaim. (RHU)