AFU.id

Anomali Pengawasan Program Nasional, Menguji Efektivitas BPOM di Balik Masifnya Kasus Keracunan dan Darurat Obat

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap tiga krisis kesehatan yang melanda Indonesia, yaitu meningkatnya kasus campak pada dewasa, penyalahgunaan obat farmasi, dan tingginya angka keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), di tengah anggaran yang sangat terbatas. Dalam rapat dengan DPR, Kepala BPOM Taruna Ikrar mencatat adanya 2.220 kasus campak serta lonjakan signifikan peredaran obat terlarang seperti ketamine dan tramadol, sementara KLB keracunan pangan mencatat 33 ribu kasus. Keterbatasan anggaran operasional BPOM, yang hanya tersisa Rp2,9 miliar, berpotensi mengancam keselamatan publik jika tidak diatasi dengan segera.

Anomali Pengawasan Program Nasional, Menguji Efektivitas BPOM di Balik Masifnya Kasus Keracunan dan Darurat Obat
Kepala BPOM, Taruna Ikrar. (Foto: AFU.ID/Fadhlan Robbani)

Sentimen Berita

100% sumber condong ke netral

Kiri0%
Netral100%
Liputan6
Suara
Okezone
Kanan0%

Berita Terkait

Pilihan Redaksi