Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Wujudkan Ketahanan Pangan, KKP RI Akselerasi 6 Program Kerja Prioritas Nasional
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Ketahanan pangan merupakan salah satu asta cita Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Keduanya ingin memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.
KKP RI mengakselerasi enam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sektor kelautan dan perikanan dalam mewujudkan ketahanan pangan alias Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto: KKP RI)
JAKARTA, AFU.ID — Ketahanan pangan merupakan salah satu asta cita Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Keduanya ingin memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.
Oleh karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengakselerasi enam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Mereka pun mengajak seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah (pemda), dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.
Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pihaknya menargetkan keenam PKPN tersebut berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi segenap masyarakat. Terlebih lagi, pembangunan sektor kelautan dan perikanan mempunyai peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus implementasi Asta Cita Presiden.
“Khususnya dalam memperkuat kedaulatan pangan melalui penyediaan protein ikan dan garam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Juga untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkap Sakti Wahyu Trenggono dikutip AFU.ID dari website KKP RI, Sabtu (11/7/2026).
Menteri Trenggono menyatakan, enam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sektor kelautan dan perikanan terlaksana dengan pendekatan bottom-up. Yang mana, pendekatan itu melibatkan peran aktif masyarakat, pemda, dan pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.
Pendekatan tersebut memastikan, program yang berjalan dapat menjawab berbagai kebutuhan dan potensi lokal. Termasuk memperkuat rasa memiliki (ownership) masyarakat, serta meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pembangunan di wilayah pesisir.
“Seluruh program yang telah direncanakan harus kita kawal bersama hingga tahap implementasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Baik itu melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Trenggono.
6 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) KKP RI
Adapun enam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) KKP RI dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah sebagai berikut:
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP): Pembangunan 5.000 lokasi hingga 2029 sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir;
Budidaya Ikan Darat Tematik: Pengembangan 40.000 titik budidaya di 500 kabupaten/kota untuk mendukung penyediaan protein nasional;
Swasembada Garam Nasional: Pembangunan hingga 2.000 hektare tambak garam guna mengurangi ketergantungan impor;
Revitalisasi Tambak Pantura Jawa: Pembangunan hingga 14.000 hektare untuk mendukung swasembada protein dan rehabilitasi kawasan pesisir;
Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu: Mencakup 2.000 hektare sebagai kawasan budidaya udang modern yang ramah lingkungan;
Modernisasi Kapal Perikanan: Meningkatkan produktivitas, daya saing nelayan, dan mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur. (ADR)