AFU.ID, JAKARTA - Modernisasi pertanian nasional melalui pengoperasian teknologi pesawat tanpa awak alias drone kini merambah kawasan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Melansir website Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) pada Senin, 30 Maret 2026, inovasi tersebut melibatkan petani lokal hingga personel Brigade Pangan untuk mengoperasikan drone guna mempercepat proses tanam dan pemetaan lahan.
Langkah strategis tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian dalam penguasaan teknologi mekanisasi terbaru.
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menargetkan lahan baru tersebut mampu menghasilkan produktivitas tinggi dengan frekuensi panen hingga tiga kali setahun.
“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ungkapnya.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menjadi pelaksana teknis pembekalan navigasi udara dan pemeliharaan perangkat drone bagi petani.
Pelatihan mencakup teknik pemetaan lahan skala luas dan penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern untuk mengoptimalkan pengelolaan tanah gambut.
“Ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian untuk memodernisasi pengelolaan lahan,” tutur Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Angga Tri AP.
Kementan RI berharap transformasi menuju sistem pertanian presisi mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan data digital hasil pantauan udara.
Pemerintah optimistis, keterlibatan generasi muda dalam Brigade Pangan akan mempercepat transisi dari pola tanam tradisional menuju ekosistem digital yang berkelanjutan.
Penggunaan drone juga memungkinkan pemupukan dan penyemprotan hama dilakukan secara lebih akurat, sehingga mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan pada tanaman.
Program CSR di Provinsi Kalteng menjadi proyek percontohan nasional dalam mengintegrasikan pembukaan lahan baru dengan paket teknologi modernisasi pertanian nasional.
Keberhasilan program tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus menjadi eksportir beras utama dunia.