JAKARTA, AFU.ID - Polis Diraja Malaysia (PDRM) tengah menyelidiki kasus penyelundupan narkotika yang melibatkan seorang pilot Malaysia Airlines berinisial Mohd Saufi bin Othman (39). Pilot Malaysia Airlines MH727 itu ditangkap Petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (29/7/2026).
Mohd Saufi dicokok usai kedapatan membawa 70.114 butir ekstasi atau seberat 25 kg dan sabu di dalam koper. Saufi ditangkap usai menerbangkan pesawat Malaysia Airlines MH727 dari Kuala Lumpur yang berpenumpang 170 orang.
Otoritas Malaysia langsung gerak cepat untuk menginvestigasi pengamanan Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Investigasi ini melibatkan kepolisian Malaysia (PDRM), Kementerian Perhubungan Malaysia (MOG), Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS) serta Grup Aviasi Malaysia (MAG).
AKPS Mohd Shuhaily Mohd Zain mengakui MSO berhasil lolos menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Meski begitu, pihaknya akan terus menyelidiki kasus penyelundupan narkoba internasional itu.
Dalam konferensi pers di terminal satu KLIA, Minggu (3/7/2026) kemarin, Shuhaily mengatakan, bahwa pilot tersebut telah menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan sebelum naik pesawat pada 28 Juli kemarin. Pihaknya terkejut jika Mohd Saufi ditangkap petugas bea cukai di Jakarta dan menemukan 14 bungkus yang berisi lebih dari 70.000 tablet di dalam koper dan 4 gram metamfetamin atau sabu di tas kecilnya. "Dalam pemeriksaan yang dilakukan seperti biasa dengan mesin pemindai kami, tidak ada gambar mencurigakan yang muncul saat tas diperiksa. Karena itu, tas tersebut lolos pemeriksaan," kata Shuhaily dalam konferensi pers, dikutip dari The Star, Selasa (4/8/2026).
Komandan Polis Diraja Malaysia itu mengatakan bahwa sistem pemeriksaan KLIA turut dibantu kecerdasan buatan atau AI. Alat pemindai itu secara otomatis menetapkan tingkat risiko sebelum petugas keamanan menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan. "Kami sedang menunggu tanggapan dari pihak bandara agar kami dapat mempelajari bagaimana dia lolos dari pemeriksaan tanpa terdeteksi," jelasnya.
Shuhaily menegaskan bahwa setiap pelaku kejahatan narkoba kerap memanfaatkan kelengahan petugas. Hal inilah yang tengah diselidiki kepolisian Malaysia dan tak akan berkompromi apabila ada keterlibatan oknum petugas yang membantu MSO lolos pemeriksaan hingga berhasil terbang ke Jakarta.
Adapun Grup Aviasi Malaysia sendiri juga menyatakan akan meningkatkan prosedur pemeriksaan terhadap seluruh kru pesawat. Untuk itu, Shuhaily meminta publik untuk bersabar sembari menunggu hasil penyelidikan internaal dan proses investigasi PDRM. "Saya akan memimpin dari PDRM pada investigasi internasional. Jika PDRM menemukan permainan apapun di dalam agensi saya, saya kira orang-orang harus lebih waspada," katanya. (FAP)