AFU.id

Pilot Malaysia Airlines Bawa 26 Kg Ekstasi, Ternyata Terbang dalam Pengaruh 3 Narkoba

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah kedapatan membawa 26 kilogram ekstasi dan positif mengonsumsi tiga jenis narkoba saat menerbangkan pesawat. Penangkapan berlangsung setelah petugas Bea Cukai menemukan barang mencurigakan dalam koper miliknya yang berisi narkotika. Selain itu, Saufi juga diduga telah menyiapkan urine bersih untuk menghindari deteksi saat tes narkoba, namun hasil tes yang dilakukan oleh petugas tetap menunjukkan positif narkoba. Malaysia Airlines menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia dalam penyelidikan ini dan melakukan pemeriksaan internal terkait kasus tersebut.

Pilot Malaysia Airlines Bawa 26 Kg Ekstasi, Ternyata Terbang dalam Pengaruh 3 Narkoba
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Bawa Urine 'Bersih' untuk Antisipasi Tes

Penyidik juga menemukan fakta lain dari barang bawaan Saufi. Pilot tersebut membawa sebuah botol kecil berisi cairan yang ternyata merupakan urine. Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta Satria Yudhatama mengatakan urine tersebut diduga sengaja disiapkan Saufi sebelum mengonsumsi narkoba. Urine itu diduga akan digunakan jika Saufi sewaktu-waktu menjalani pemeriksaan narkoba secara mendadak oleh maskapai maupun otoritas penerbangan.

"Jadi jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut," jelas Satria. Namun, upaya tersebut tidak menyelamatkan Saufi dari pemeriksaan. Hasil tes urine yang dilakukan petugas justru menunjukkan pilot tersebut positif mengonsumsi tiga jenis narkoba. Sebelumnya, Malaysia Airlines menyatakan serius menanggapi kasus yang melibatkan salah satu pilotnya tersebut.

Maskapai asal Malaysia itu menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia selama proses penyelidikan dan hukum berlangsung. Malaysia Airlines juga menegaskan tengah melakukan pemeriksaan internal terkait kasus tersebut. "Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," kata pihak maskapai, dilansir Free Malaysia Today. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi