AFU.id

Malaysia Turun Tangan Usut Pilot yang Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Indonesia, Kirim Tim Intelijen Narkoba ke Jakarta

Bagikan:

Penulis: Raihan Immaduddin

Ringkasan Berita

Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) mengirim tim penyidik narkotika ke Jakarta untuk menyelidiki jaringan penyelundupan narkoba yang melibatkan pilot Mohd Saufi bin Othman, yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta dengan 26 kg ekstasi. Tim akan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengidentifikasi sumber pasokan dan celah keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), tanpa mengajukan permohonan ekstradisi karena proses hukum akan dilakukan di Indonesia. Selain itu, kasus ini juga dibahas dalam rapat kabinet Malaysia, yang mendorong evaluasi prosedur keamanan penerbangan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap potensi celah keamanan.

Malaysia Turun Tangan Usut Pilot yang Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Indonesia, Kirim Tim Intelijen Narkoba ke Jakarta
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Fahmi mengatakan, Malaysia tengah mengkaji sejumlah langkah perbaikan, termasuk memperketat prosedur keamanan penerbangan, meningkatkan pemeriksaan terhadap pilot dan kopilot, serta mengevaluasi sistem pengawasan di KLIA. Selain itu, kepolisian bersama Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan (AKPS) diminta menyelidiki kemungkinan adanya celah keamanan yang dimanfaatkan pelaku. Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) juga diminta meninjau ulang prosedur pemeriksaan latar belakang dan kesehatan awak pesawat.

Selain mengusut kasus pilot tersebut, PDRM turut menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan penangkapan seorang warga Malaysia berusia 22 tahun di Bandara Juanda, Surabaya, yang kedapatan membawa sekitar satu kilogram sabu dan lebih dari 1.000 butir ekstasi. Polisi menduga kedua perkara itu memiliki pola yang serupa, meski hingga kini belum ditemukan bukti yang menghubungkan keduanya secara langsung. Malaysia Airlines sendiri menyatakan telah bekerja sama dengan otoritas Indonesia dan membuka penyelidikan internal terkait kasus yang menyeret salah satu awak penerbangnya. (RAI)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi