AFU.id

MoU Industri Indonesia-Azerbaijan Dipercepat, Akses Manufaktur ke Eurasia Berpotensi Meluas

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Indonesia dan Azerbaijan mempercepat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di sektor industri untuk memperluas akses pasar manufaktur dan menarik investasi, sebagai bagian dari partisipasi Indonesia dalam INNOPROM 2026. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional melalui pengembangan rantai pasok dan alih teknologi, serta memanfaatkan posisi strategis Azerbaijan sebagai penghubung perdagangan antara Asia dan Eropa. Dengan potensi hubungan perdagangan yang saling melengkapi, kedua negara berharap MoU ini dapat segera difinalisasi untuk menciptakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

MoU Industri Indonesia-Azerbaijan Dipercepat, Akses Manufaktur ke Eurasia Berpotensi Meluas
Indonesia dan Azerbaijan menyepakati MoU Industri di sela-sela rangkaian kegiatan INNOPROM 2026. (Foto: Kemenperin RI)

MoU Industri Indonesia-Azerbaijan Bidik Investasi dan Alih Teknologi

Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, menegaskan Indonesia berharap pembahasan nota kesepahaman segera ditindaklanjuti sebagai dasar penguatan kerja sama industri, perdagangan, dan investasi. Pemerintah RI lantas mengusulkan ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran informasi standar dan regulasi industri, pengembangan rantai pasok, alih teknologi, pengembangan kawasan industri, penyelenggaraan forum bisnis, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, hubungan perdagangan kedua negara dinilai memiliki potensi yang saling melengkapi. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas melalui ekspor minyak sawit, sabun, plastik, tembakau, dan makanan olahan, sedangkan Azerbaijan menjadi pemasok minyak mentah. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai USD155,2 juta, memperkuat hubungan diplomatik yang telah berlangsung sejak 24 September 1992. “Indonesia berharap pembahasan MoU dapat segera ditindaklanjuti sebagai landasan untuk memperkuat kerja sama industri, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Azerbaijan,” ujar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares.

INNOPROM 2026 yang diikuti hampir 900 peserta dari lebih dari 50 negara menjadi ruang strategis bagi Indonesia memperluas jejaring kemitraan industri global. Apabila MoU Industri Indonesia-Azerbaijan dapat segera difinalisasi, kerja sama tersebut berpotensi memperkuat ekspor manufaktur nasional, memperluas investasi, mempercepat transfer teknologi, serta membuka akses yang lebih besar bagi industri Indonesia ke pasar Eurasia. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi