JAKARTA, AFU.ID — Jemaah Haji Indonesia (JHI) gelombang pertama resmi memulai fase kepulangan ke Tanah Air secara bertahap.
Sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) terbang ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).
Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter yang membawa 3.479 jemaah dan 36 petugas telah bertolak menuju Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Jubir Kemenhaj RI), Maria Assegaff mengonfirmasi kelancaran sirkulasi pemulangan tersebut.
“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah Haji 2026 memasuki hari operasional ke-42,” ungkapnya.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” sambungnya di Jakarta.
Kemenhaj RI pun mengimbau JHI agar mematuhi regulasi penerbangan internasional, terutama keselamatan barang bawaan.
Pasalnya, pihak maskapai melarang keras penyimpanan cairan di dalam koper tercatat demi kelancaran pemindaian di bandara.
“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin,” tutur Maria Assegaff.
“Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tambahnya.
Ia lantas menyatakan, seluruh JHI tak perlu cemas karena semua akan menerima jatah komoditas air suci tersebut secara resmi setibanya di asrama debarkasi domestik.
“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi, setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing, jadi tidak perlu membawa zamzam di koper,” pungkasnya.
Selain itu, otoritas meminta para JHI menjaga kondisi fisik di tengah suhu panas Kota Makkah selama menunggu antrean jadwal penerbangan. (ADR)