AFU.id

Dana Konflik dan Bukti Kecurangan Pemilu Dipertanyakan, Donald Trump Murka

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Wawancara Donald Trump bersama National Broadcasting Company (NBC) berakhir ricuh akibat perdebatan mengenai anggaran dan integritas pemilihan umum (pemilu). Bahkan, Presiden Amerika Serikat (AS) itu memilih menghentikan sesi dialog secara sepihak.

Dana Konflik dan Bukti Kecurangan Pemilu Dipertanyakan, Donald Trump Murka
Presiden AS, Donald Trump berdialog dengan presenter NBC, Kristen Welker dalam program Meet the Press. (Foto: NBC)

Amarah Donald Trump Meledak

Ego Kepala Negara Paman Sam kian tak terkendali, hingga menyebut polisi dan Federal Bureau of Investigation (FBI) juga melakukan korupsi. Amarahnya kian memuncak usai diminati bukti atas berbagai tuduhannya itu.

“Memang tidak ada, tapi cobalah tonton rekaman itu (insiden 6 Januari 2021, red) sekali saja. Mereka (simpatisan Donald Trump, red) mengaku bersalah karena ketakutan akan dipenjara selama 15 tahun,” tuturnya.

Presiden Trump pun menyerang Kristen Welker beserta NBC sebagai pers yang palsu, kotor, dan curang. Bahkan, menilai Joe Biden tak cukup pandai dalam memahami insiden penyerangan Gedung Capitol AS.

“Orang-orang yang mengelilinginya (Joe Biden, red) menghancurkan dan mengirim orang-orang yang tidak melakukan kesalahan apapun ke dalam penjara. Jadi, ada banyak sekali bukti,” ujar Trump kepada Kristen Welker.

Setelah itu, Donald Trump seketika mengungkit Pemilu AS 2020 telah dicurangi oleh kubu Joe Biden. Ia juga merasa kondisi serupa terjadi lagi pada tahun 2026 ini, akibat ulah Partai Demokrat.

“Pemilu 2020 telah dimanipulasi dan mari kita lihat apa yang terjadi di California saat ini. Biar saya beri tahu, baru empat hari dan bahkan belum mendekati penyelesaiannya. Mereka (Partai Demokrat, red) melakukan kecurangan dalam pemilihan,” papar Presiden Trump.

Sekali lagi, Kristen Welker meminta bukti atas tuduhan tersebut yang membuat ego Trump kian membara. Namun sang Kepala Negara yang telah berapi-api, memberi jawaban di luar ekspektasi.

“Yang perlu saya lakukan hanyalah melihat, mendengarkan orang lain, dan mari kita lihat apa yang terjadi. Mereka (Partai Demokrat, red) curang, sama seperti kamu (Kristen Welker, red), persmu (NBC, red), dan Meet the Greet juga,” ucap Donald Trump.

Ia lantas menyematkan predikat bodoh kepada Kristen Welker beserta NBC karena tak menyadari kecurangan dalam Pemilu AS 2026. Bahkan, menyebut telah mendukung Partai Demokrat untuk bermain kotor dalam pesta demokrasi tahun ini.

“Saya memenangkan pemilu dengan kemenangan telak dan mendapat 94 persen pemberitaan negatif. Aku mendapatkan itu karena anda (Kristen Welker dan NBC, red) tidak memiliki kredibilitas, begitu juga dengan ABD, CBS, dan CNN. Pemilihan umum di negara kita ini seperti negeri dunia ketiga,” kata Trump.

Presiden Trump pun mengakhiri sesi wawancara dalam program Meet the Press milik NBC dengan kalimat penutup yang tegas. “Suatu negara tidak akan pernah menjadi besar dengan pers yang tidak jujur,” pungkasnya. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi