JAKARTA, AFU.ID — Ruang kelas VI SDN Konang 4, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ambruk setelah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaku telah mengajukan sekolah tersebut untuk memperoleh bantuan revitalisasi, tetapi usulan itu belum membuahkan hasil. Tidak ada korban karena siswa telah dipulangkan lebih awal sebelum bangunan runtuh.
Peristiwa terjadi pada Kamis siang ketika kondisi bangunan sekolah sudah lama mengalami kerusakan. Sejumlah barang penting di dalam kelas sempat diselamatkan sebelum bagian bangunan ambruk. Kejadian itu membuat keselamatan ruang lain di sekolah tersebut turut menjadi perhatian.
Wakil Bupati Bangkalan Moh Fauzan Ja’far mengatakan pemerintah daerah telah mengetahui kondisi sekolah sebelum peristiwa tersebut. “Ini sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” kata Fauzan, Jumat (31/7/26). Ia menyebut usulan revitalisasi telah dikomunikasikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi SDN Konang 4 belum mendapat bantuan.
Pemkab Bangkalan kemudian mengutus Dinas Pendidikan bersama pemerintah Kecamatan Konang untuk meninjau dan mendata kerusakan. Hasil pemeriksaan akan digunakan untuk menentukan kebutuhan perbaikan serta keamanan bangunan yang masih berdiri. Pemerintah daerah belum mengungkap nilai kerusakan maupun anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali ruang kelas tersebut.
Fauzan mengakui kemampuan fiskal daerah terbatas sehingga perbaikan diharapkan memperoleh dukungan pemerintah pusat. Ia berharap ambruknya ruang kelas membuat SDN Konang 4 mendapat prioritas dalam program revitalisasi berikutnya. Harapan itu muncul setelah pengajuan sebelumnya belum cukup membawa sekolah tersebut masuk daftar penerima bantuan.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan program pemerintah untuk merehabilitasi dan membangun sarana sekolah yang rusak. Kemendikdasmen menyebut kondisi prasarana dalam Data Pokok Pendidikan menjadi dasar penentuan sekolah yang diprioritaskan. Pemerintah memperkirakan sekitar 190 ribu sekolah di Indonesia masih memiliki ruangan rusak yang perlu ditangani secara bertahap hingga 2028.
Belum diketahui kapan SDN Konang 4 pertama kali mengajukan revitalisasi dan mengapa usulan itu belum disetujui. Pemkab juga belum menjelaskan apakah kondisi kerusakan telah diperbarui secara akurat dalam sistem pendataan pendidikan sebelum bangunan ambruk. Kejelasan tersebut penting untuk memastikan sekolah rusak berat tidak kalah prioritas dari bangunan yang kondisinya lebih aman.
Pemerintah daerah belum mengumumkan tempat belajar sementara bagi siswa kelas VI setelah ruang mereka tidak dapat digunakan. Disdik juga perlu memastikan ruangan lain diperiksa sebelum kembali dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Kepastian itu dibutuhkan agar keberuntungan karena siswa telah pulang lebih awal tidak menjadi satu-satunya perlindungan dari jatuhnya korban.
Ambruknya SDN Konang 4 menunjukkan bantuan perbaikan tidak seharusnya menunggu bangunan benar-benar runtuh. Pemerintah pusat dan daerah perlu membuka status usulan, hasil verifikasi, serta alasan sekolah rusak belum masuk prioritas revitalisasi. Keselamatan siswa harus ditentukan melalui pemeriksaan dan perbaikan, bukan bergantung pada apakah kelas sedang kosong ketika atap roboh. (RHU)