Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kebakaran Gunung Bromo, Dua Ribu Wisatawan Refund Tiket dan Batalkan Liburan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru semakin meluas, menyebabkan Kementerian Kehutanan menutup seluruh akses pintu masuk di empat kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang, Sabtu (8/8/2026) (Dok. TNBTS)
JAKARTA, AFU.ID—Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan membuat sebagian besar pemegang tiket memilih membatalkan kunjungan. Dari 3.062 wisatawan yang membeli tiket untuk periode 9–15 Agustus 2026, sebanyak 2.056 orang telah mengajukan pengembalian dana dan 32 wisatawan lainnya yang memilih menjadwalkan ulang kunjungan.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan pengunjung diberikan dua pilihan, yakni refund atau reschedule. Dari wisatawan nusantara, sebanyak 1.944 orang telah mengajukan refund dan 32 orang memilih reschedule, sedangkan 695 orang lainnya belum mengajukan pilihan. Pilihan refund juga menjadi kecenderungan utama di kalangan wisatawan asing. Sebanyak 112 turis telah memproses pengembalian dana, sementara tidak ada yang mengajukan perubahan jadwal. Dengan demikian, masih terdapat 279 wisatawan mancanegara yang belum mengajukan layanan kompensasi.
Secara keseluruhan, sebanyak 974 pemegang tiket belum menentukan pilihan antara refund dan reschedule. “Balai Besar TNBTS mengimbau wisatawan terdampak segera mengajukan salah satu layanan tersebut selama masa tanggap darurat berlangsung,” kata Endrip, Kamis (13/8/2026). Kebijakan kompensasi diberlakukan menyusul penutupan total kawasan wisata sejak Sabtu 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB.
Penutupan dilakukan untuk mengutamakan keselamatan wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi tim gabungan dalam menangani kebakaran. Hingga hari ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 921,42 hektare dan masih dalam proses pendataan ulang. Sejumlah titik api masih terpantau di kawasan Pakis Bincil hingga Bukit Cinta yang mengarah ke Sruni Point, termasuk wilayah Dingklik. Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan memprioritaskan kawasan Bukit Cinta menuju Sruni Point serta Pusung Duwur.
Tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing dengan total 29 rit dan sekitar 74.000 liter air yang telah dijatuhkan ke sejumlah titik sasaran. Namun, operasi udara sempat dihentikan karena kabut dan asap tebal mengganggu jarak pandang, sementara medan terjal dan angin kencang turut menyulitkan proses pemadaman. (RAI)