Jakarta, AFU.ID - Ribuan penerbangan dibatalkan atau ditunda di sejumlah wilayah di China menyusul badai petir yang terjadi akibat Topan Bavi, menurut laporan media nasional pada Minggu. Laporan harian berbahasa Inggris Global Times, mengutip platform analitik perjalanan Umetrip, menyebut sejumlah maskapai penerbangan China membatalkan 2.800 lebih penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu.
Ratusan penerbangan yang dibatalkan atau ditunda berdampak pada perjalanan masyarakat ke Nanjing, Hangzhou, Wuhan, Shenyang, Dalian, Chengdu, dan kota-kota lainnya. Sejumlah bandara di provinsi Fujian, Zhejiang, Hainan, dan kawasan otonomi Guangxi Zhuang juga melaporkan pembatalan penerbangan berskala besar.
Hujan badai turut mengakibatkan pembatalan penerbangan besar-besaran di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dan Bandara Internasional Daxing Beijing, dua bandara utama di China utara. Topan Bavi, yang merupakan topan kesembilan tahun ini, melanda Zhejiang di China timur pada Sabtu, sehingga mengakibatkan hujan deras di China selatan dan China timur.
Ramalan cuaca menyebutkan hujan deras akan melanda semakin banyak daerah pada Minggu. Adapun 45 bandara, termasuk bandara di Shanghai, Hangzhou, dan Changzhou di Provinsi Jiangsu, telah menerbitkan peringatan badai petir. Topan Bavi juga menurunkan kapasitas operasional di Bandara Internasional Pudong Shanghai dan Bandara Internasional Hongqiao Shanghai, mengingat hampir 30 persen penerbangan dari dan ke sana kemungkinan dibatalkan. Tak hanya pada penerbangan, Topan Bavi juga berdampak pada layanan perkeretaapian di sejumlah wilayah di Cihna. Otoritas setempat membatalkan sejumlah perjalanan kereta api cepat di beberapa rute perjalanan.
Sebelumnya, Observatorium nasional China pada Jumat (10/7) memperpanjang peringatan oranye untuk Topan Bavi, topan kesembilan pada 2026, yang diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan lebat ke China timur. Pada Jumat pukul 08.00 waktu setempat, pusat Bavi, yang dikategorikan sebagai topan kuat, terletak sekitar 1.020 km sebelah tenggara perbatasan antara Provinsi Fujian dan Provinsi Zhejiang di China timur, dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 42 meter per detik di dekat pusatnya, kata Pusat Meteorologi Nasional China dalam sebuah pernyataan.
Bavi diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15-20 km per jam dan mendarat di sepanjang pantai dari Xiapu di Fujian hingga Wenling di Zhejiang pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat, dengan intensitas melemah setelah mendarat. Dari Jumat sore hingga Sabtu sore waktu setempat, angin kencang diperkirakan terjadi di perairan sebelah timur Taiwan, sebagian besar Laut China Timur, dan perairan di dekat Diaoyu Dao, serta di sepanjang pesisir Taiwan, Zhejiang, dan Fujian.
Hujan lebat hingga sangat lebat akan mengguyur Zhejiang tenggara, Fujian timur laut, dan Taiwan, dengan beberapa bagian Taiwan diperkirakan akan mengalami curah hujan mencapai 250 hingga 800 mm. Masyarakat diimbau untuk menghindari daerah pegunungan dan lembah sungai yang rawan bencana geologis. China memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkatan yang berkode warna, dengan warna merah mewakili cuaca paling buruk, diikuti oranye, kuning, dan biru. (EER)