AFU.id

Keracunan Massal Siswa Malang akibat Bakteri E. coli di Menu MBG, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Bagikan:

Penulis: Raihan Immaduddin

Ringkasan Berita

Bakteri Escherichia coli (E. coli) kembali menjadi sorotan setelah terdeteksi pada kasus keracunan massal di Kota Malang, di mana 33 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi. Selain itu, pengujian terhadap depot air minum di beberapa daerah menunjukkan tingkat kontaminasi yang tinggi. Meskipun sebagian besar jenis E. coli tidak berbahaya, strain tertentu seperti E. coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi serius dengan gejala seperti diare berdarah dan kram perut. Penularan terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi, sehingga menjaga kebersihan makanan dan minuman adalah langkah penting untuk mencegah infeksi.

Keracunan Massal Siswa Malang akibat Bakteri E. coli di Menu MBG, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Bakteri Escherichia coli (E. coli). (Dok. Istimewa)

Gejala infeksi biasanya muncul tiga hingga empat hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh, meski pada beberapa kasus dapat timbul lebih cepat atau lebih lambat. Keluhan yang paling sering dirasakan meliputi kram perut, diare berair yang dapat berubah menjadi berdarah, mual, muntah, demam, perut kembung, hingga tubuh terasa lemas. Sebagian besar penderita akan membaik dalam waktu lima sampai tujuh hari dengan penanganan yang tepat.

Pada kondisi yang lebih berat, infeksi E. coli dapat menyebabkan komplikasi serius seperti dehidrasi, berkurangnya produksi urine, urine berdarah, kulit pucat, hingga mudah memar. Gejala tersebut memerlukan penanganan medis segera karena dapat berkembang menjadi gangguan yang mengancam jiwa, terutama pada kelompok rentan. Seseorang juga disarankan segera memeriksakan diri apabila diare tidak kunjung membaik, disertai demam tinggi, darah pada tinja, atau muntah berkepanjangan.

Menjaga kebersihan makanan dan minuman menjadi langkah utama untuk mencegah infeksi bakteri E. coli. Daging sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, susu yang dikonsumsi harus telah dipasteurisasi, sayuran dicuci dengan air bersih, dan kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan sebelum makan maupun setelah beraktivitas. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan risiko penularan, terlebih setelah sejumlah temuan terbaru menunjukkan bakteri E. coli masih menjadi ancaman bagi keamanan pangan di Indonesia. (RAI)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi