JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 39 siswa SDN Bojongkoneng, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/7/2026). Para siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, hingga sakit perut tidak lama setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah. Dalam penyelidikan awal, petugas menemukan susu UHT yang menjadi bagian dari menu MBG telah melewati masa kedaluwarsa sejak Juni 2026.
Paket MBG tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB dan mulai disantap para siswa sekitar pukul 09.00 WIB. Menu yang disajikan terdiri atas nasi liwet, telur asam manis, tumis wortel dan jagung, buah lengkeng, serta susu UHT yang dipasok dari dapur Nazran SPPG Cibadak 02 yang dikelola Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh. Sekitar 40 menit kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami gejala yang muncul hampir bersamaan.
Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Tatang Koswara, mengatakan gejala pertama terdeteksi sekitar pukul 09.40 WIB setelah seluruh menu dikonsumsi. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar awal penyelidikan untuk menelusuri penyebab keracunan yang menimpa puluhan siswa. Laporan mengenai kondisi para siswa kemudian diterima Puskesmas Sekarwangi pada malam hari.
Sebagian besar korban mendapat penanganan medis di lingkungan sekolah, sedangkan seorang siswa kelas 1 harus dirujuk ke RSUD Sekarwangi karena mengalami mual cukup berat. Setelah menjalani observasi dan mendapat obat oral, kondisi siswa tersebut dinyatakan stabil sehingga diperbolehkan pulang tanpa perlu menjalani rawat inap. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bersama Tim Gerak Cepat (TGC) selanjutnya melakukan investigasi epidemiologi dengan mendatangi sekolah maupun lokasi penyedia MBG. Petugas melakukan pemeriksaan lingkungan, wawancara terhadap pihak terkait, serta menelusuri proses penyimpanan dan distribusi makanan yang diberikan kepada para siswa.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan salah satu susu UHT yang dikonsumsi telah melewati tanggal kedaluwarsa. "Salah satunya ada susu UHT yang dikonsumsi dengan expired pada bulan Juni 2026," ujar Tatang, dikutip dari Detik Jabar. Selain melakukan penyelidikan di lapangan, petugas juga mengamankan sampel makanan dan minuman untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan apakah ada kandungan yang menjadi penyebab puluhan siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Hingga kini, Dinas Kesehatan masih terus memantau perkembangan kondisi seluruh siswa yang terdampak sembari menunggu hasil uji laboratorium. Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti insiden keracunan massal tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Polisi dan instansi terkait juga masih menelusuri rangkaian distribusi menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian. (RAI)