AFU.ID, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI), Immanuel Ebenezer alias Noel menuding jajaran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap memanipulasi penanganan perkara.
Tersangka kasus dugaan tindak pidana pemerasan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI) ini menyampaikan, manipulasi penanganan perkara terjadi demi mengejar kenaikan pangkat maupun jabatan.
“Mereka memberantas korupsi, tapi cara berpikirnya sangat koruptif sekali,” ungkapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Senin, 30 Maret 2026.
Ia mengklaim motivasi di balik berbagai tindakan penegakan hukum dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah tersebut sering kali sekadar didorong oleh ambisi pribadi para penyidik.
“Motivasinya apa? Untuk naik pangkat, supaya bisa jadi jenderal, supaya jadi kapolres, pokoknya orientasi cara berpikirnya korup,” tuturnya.
Noel turut membandingkan kemudahan fasilitas tahanan rumah yang sempat dinikmati oleh mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias YCQ dengan kenyataan pahit yang dialami tahanan lain.
“Jangankan itu (permintaan tahanan rumah dikabulkan, red) ngurus buat berobat saja susah, apalagi ngurus jadi tahanan rumah,” ujarnya keluh.
Sebagai contoh nyata diskriminasi, Ia membeberkan kisah seorang tahanan lanjut usia bernama Rudy Ong.
Yang mana, Rudy Ong dalam kondisi sakit parah, namun tetap dipaksa mendekam di dalam sel tahanan.
“Di dalam rutan itu ada seorang kakek-kakek 75 tahun umurnya, buang air besar di celana, buang air kecil di celana, nggak kena tuh yang namanya tahanan rumah,” bebernya.
Atas perlakuan hukum yang dinilai tebang pilih tersebut, Noel menganggap KPK telah menyalahgunakan kekuasaan dan krisis nilai kemanusiaan.
Menurutnya, hal tersebut pun berbanding terbalik dengan slogan kebanggaan lembaga antirasuah Indonesia.
“Ternyata mereka (KPK, red) diisi oleh orang-orang yang bohong dan tidak hebat, tapi ya sampaikan salam dua jempol buat mereka,” pungkas Noel.