JAKARTA AFU.ID — Kasus penganiayaan terhadap remaja berinisial DN (19) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terungkap setelah pelaku diketahui merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial Prada MR (21).
Pengungkapan identitas pelaku disampaikan Subdenpom V/3-5 Situbondo saat bertemu keluarga korban pada Minggu (31/5/2026). Paur Gakkum Subdenpom V/3-5 Situbondo, Peltu Erwan Sugianto, menegaskan penyidikan berada di bawah kewenangan Polisi Militer TNI AL (Pomal) karena pelaku merupakan prajurit aktif TNI AL.
“Karena terduga pelaku merupakan prajurit Angkatan Laut, maka kewenangan penuh penyidikan berada di bawah yurisdiksi Pomal,” kata Erwan. Ia menambahkan kasus tersebut kini tengah ditangani untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, ayah korban, Hafid, menjelaskan pelaku datang tiba-tiba ke rumah dan langsung menggedor pintu. Setelah berhasil masuk, pelaku mengunci pintu dari dalam dan menuduh korban mengganggu pacarnya.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melakukan pemukulan secara bertubi-tubi terhadap korban menggunakan benda menyerupai tali atau selang.
"Kamu yang mengganggu pacar saya. Sekarang kamu berhadapan dengan saya. Saya anggota TNI, bukan satpam,” kata pelaku ke korban, dilansir dari Detik Jatim.
Dalam video yang beredar, korban terlihat ditendang dan dipukul menggunakan benda menyerupai tali atau selang.
Akibat kejadian itu, DN mengalami luka di beberapa bagian tubuh termasuk benjolan di kepala dan memar di tubuh serta kaki. Korban kemudian menjalani perawatan medis dan visum di rumah sakit setempat.
Hafid menegaskan pihak keluarga menolak mediasi dan ingin kasus diproses secara hukum militer. Ia berharap penanganan dilakukan secara adil dan transparan tanpa intervensi.
“Saya ingin kasus ini diproses secara hukum militer yang berlaku dengan adil dan transparan tanpa ada intervensi,” ujarnya. Ia menambahkan kasus ini harus memberi efek jera bagi pelaku.
Kasus ini mencuat setelah video penganiayaan berdurasi 39 detik beredar luas di media sosial dan viral. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat dipukul dan ditendang oleh pelaku.
Kini, Pomal Banyuwangi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian. Aparat juga terus mendalami kemungkinan adanya fakta tambahan dalam kasus tersebut. (ANT/RAI)