Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Petugas penjaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan setelah menegur pengendara sepeda motor yang menerobos palang pintu perlintasan. Peristiwa itu terjadi di perlintasan sebidang jalur perlintasan langsung (JPL) 227 Leuwigoong, KM 210+8 lintas Karangsari-Cibatu, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Insiden bermula ketika petugas menjalankan prosedur dengan menutup palang perlintasan karena Kereta Api Serayu akan melintas. Saat palang sudah tertutup, seorang pengendara sepeda motor tetap nekat menerobos perlintasan. Melihat pelanggaran tersebut, petugas langsung memberikan teguran karena tindakan itu membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Usai ditegur, pengendara sempat meninggalkan lokasi. Namun, tidak lama kemudian ia kembali bersama tiga orang lainnya. Keempatnya mendatangi Pos JPL 227 dan mengeroyok petugas yang saat itu masih bertugas menjaga perlintasan. Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku langsung melarikan diri. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan tangan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mengecam keras aksi kekerasan itu dan menegaskan petugas telah menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan. KAI juga memastikan akan memberikan pendampingan kepada korban dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut para pelaku. Langkah hukum tersebut dilakukan agar tindakan kekerasan terhadap petugas tidak kembali terjadi, terutama saat sedang menjalankan prosedur keselamatan perjalanan kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, penjaga perlintasan memiliki tugas memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman sekaligus melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas dinilai tidak dapat dibenarkan. KAI menyatakan mendukung penuh proses hukum agar pelaku segera dimintai pertanggungjawaban.
Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengecam aksi pengeroyokan yang dilakukan para pelaku dan meminta kepolisian segera menangkap mereka. "Orang menjalankan tugas dengan baik, mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelalaian adalah tugas yang sangat mulia. Orang yang marah ketika ditegur adalah tindakan yang sangat bodoh," kata Dedi. Ia juga memastikan akan mengawal penanganan perkara hingga tuntas dan mendampingi petugas yang menjadi korban. (RAI)