JAKARTA, AFU.ID — Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan kereta api (KA) tidak terjaga di seluruh Pulau Jawa.
Langkah tersebut sebagai respons atas insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi (PLB 4B) menabrak Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang (PLB 5568A) pada Senin malam, (27/4/2026).
Peristiwa tersebut pun mengakibatkan puluhan korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi pada Selasa, (28/4/2026).
“Di Jawa ada 1.800 titik lintasan seperti ini dari zaman Belanda, saya sudah perintahkan segera kita perbaiki semua perlintasan tersebut,” ungkap Presiden RI saat menjenguk korban di rumah sakit.
Pemerintah pusat juga menyetujui percepatan pembangunan flyover di titik kecelakaan Stasiun Bekasi Timur melalui skema Bantuan Presiden karena tingginya urgensi keselamatan di jalur padat tersebut.
“Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, pelaksanaannya kita tunjuk, perhitungkannya sekitar hampir 4 triliun (rupiah, red) demi keselamatan,” tutur Presiden Prabowo.
Realisasi kebijakan perbaikan infrastruktur secara masif tersebut usai 54 korban kecelakaan dievakuasi ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi dengan berbagai kondisi luka medis.
“Sebagian sudah pulang tadi pagi, kemudian yang dikelola lebih lanjut di rawat inap itu kurang lebih 17 orang dan sudah ditempatkan di ruang Bugenvil,” ujar Direktur Utama (Dirut) RSUD CAM Kota Bekasi, Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi.
Belasan pasien yang menjalani rawat inap tersebut mayoritas harus mendapatkan tindakan operasi karena mengalami patah tulang di sejumlah bagian tubuh akibat benturan gerbong.
“Ada beberapa fraktur (patah tulang, red) dan sudah direncanakan untuk operasi. Ada yang bagian paha, ada bagian kaki, ada bagian muka,” papar Ellya Niken Prastiwi.
Pihak rumah sakit berkapasitas 600 tempat tidur tersebut juga telah merampungkan identifikasi dan memulangkan jenazah korban meninggal dunia, serta mendirikan posko informasi terpadu bersama kepolisian.
“Tiga orang yang meninggal semuanya sudah dipulangkan, diambil keluarganya, dan sudah diantar ke Jawa seperti Cilacap dan Wonogiri,” ucap dr Ellya.
Terkait pembiayaan perawatan medis dan kerugian material yang para korban alami, pemerintah memastikan seluruh penumpang yang terdampak akan menerima santunan.
“Sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya itu sudah diurus dan nanti semuanya ada kompensasi,” pungkas Presiden Prabowo. (ADR/NAD)