Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa sebanyak 23 kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam kurun 24 jam terakhir setelah mendapatkan izin dari pihak mereka.
Dalam pernyataan yang dikutip dari media resmi IRGC, Sepah News, kapal-kapal tersebut terdiri atas kapal tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial yang melintas melalui koordinasi serta pengawasan pasukan IRGC.
AL IRGC juga menegaskan bahwa Iran terus menerapkan pengendalian yang ketat dan berkelanjutan di Selat Hormuz. Mereka menuding bahwa ketidakamanan di kawasan Teluk Persia dipicu oleh tindakan Amerika Serikat.
"Agresi dan niat jahat pasukan teroris AS merupakan penyebab utama ketidakamanan di Teluk Persia," demikian pernyataan AL IRGC.
Iran diketahui memperketat pengawasan di Selat Hormuz sejak 28 Februari, dengan melarang kapal yang memiliki keterkaitan dengan Israel dan Amerika Serikat untuk melintas dengan aman, menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut ke wilayah Iran.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga disebut menerapkan pembatasan laut di Selat Hormuz yang berdampak pada pergerakan kapal menuju dan dari pelabuhan Iran.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis penting bagi perdagangan minyak dan gas global, sehingga setiap pembatasan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus perdagangan internasional. (ANT/FAD)