JAKARTA, AFU.ID - Musisi legendaris Indonesia, Rhoma Irama, kembali menggebrak publik musik Negeri Jiran setelah absen tampil di panggung Malaysia selama kurang lebih dua dekade. Bersama grup musik Soneta yang dipimpinnya, Sang "Raja Dangdut" sukses mengguncang Stadion Hoki Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, dalam perhelatan festival musik Latihan Pestapora Malaysia, Sabtu (15/8/2026).
Kehadiran Rhoma Irama menjadi salah satu magnet utama yang paling dinanti oleh ribuan penonton, baik dari kalangan generasi muda Malaysia maupun warga negara Indonesia yang bermukim di sana. Dalam aksi panggungnya, Rhoma memanjakan penonton lewat sederet tembang hits lintas generasi, mulai dari Euphoria, Judi, Keramat, hingga Kata Pujangga.
Suasana arena pertunjukan kian memuncak ketika lagu Kata Pujangga dibawakan, di mana grup musik pop-jazz asal Indonesia, MALIQ & D’Essentials, tiba-tiba muncul dan berkolaborasi di pertengahan lagu untuk menyanyikan tembang ikonik tersebut bersama Sang Raja Dangdut. Kolaborasi antar-generasi ini menegaskan gaung festival Latihan Pestapora Malaysia—sebuah adaptasi dari festival musik ternama asal Indonesia, Pestapora—yang memboyong jajaran musisi papan atas lintas genre.
Selain Rhoma Irama dan MALIQ & D'Essentials, panggung megah tersebut turut diramaikan oleh deretan penyanyi Indonesia seperti Tulus, Tipe-X, Bernadya, hingga Nadhif Basalamah. Panggung musik ini juga dipadukan dengan penampilan musisi papan atas lokal Malaysia, di antaranya Aisha Retno, Aziz Hanun, Gerhana Skacinta, Masdi, Insomniack, hingga FUGO.
Kembalinya Rhoma Irama ke Malaysia ini menuntaskan rasa rindu sang maestro terhadap para penggemarnya di Negeri Jiran. Sebelumnya, dalam sesi konferensi pers menjelang gelaran Latihan Pestapora, Rhoma sempat mengenang sejarah penampilannya di Malaysia. "Saya sudah 10 kali konser di Malaysia. Tapi terakhir saya tampil di Malaysia mungkin 20 tahun lalu," ungkap Rhoma Irama.
Rekam jejak hubungan musikal Rhoma Irama dan publik Malaysia memang terbentang panjang sejak era 1980-an hingga awal 2000-an. Pada masa keemasannya, konser-konser Soneta di Malaysia selalu menyedot puluhan ribu penonton, seperti konser akbar Soneta di Kuala Lumpur pada tahun 1985 serta pertunjukan spektakuler pada tahun 1992 yang mencatatkan antusiasme luar biasa dari warga lokal.
Pertunjukan terbarunya di Kuala Lumpur ini pun membuktikan bahwa daya pikat magis musik dangdut serta kharisma Rhoma Irama tetap tak tersentuh oleh waktu meski telah dua dekade tak menyapa panggung Malaysia secara langsung. (MAR)