JAKARTA, AFU.ID - Megawati Soekarnoputri kembali tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Absennya Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan itu ternyata bukan kali pertama dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2024, Megawati tercatat tiga tahun berturut-turut tidak hadir dalam agenda kenegaraan tersebut.
Pada 2024, Megawati awalnya bahkan sempat dikonfirmasi akan hadir dalam Sidang Tahunan MPR. Namun, hingga sidang dimulai di Kompleks Parlemen, Megawati tidak terlihat di lokasi. Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani kemudian menjelaskan bahwa ibunya memiliki agenda lain.
“Beliau nggak bisa hadir ada acara lain,” kata Puan, Jumat (16/8/24). Puan tidak menjelaskan secara rinci agenda lain yang harus dihadiri Megawati saat itu. Ia sekaligus memastikan bahwa ketidakhadiran tersebut bukan disebabkan kondisi kesehatan Megawati.
Saat ditanya mengenai kondisi Megawati, Puan menegaskan ibunya dalam keadaan sehat. Keterangan itu penting karena absennya Megawati sempat menimbulkan pertanyaan setelah sebelumnya disebut akan menghadiri sidang. Dengan demikian, pada 2024 alasan yang disampaikan adalah benturan dengan agenda lain, bukan masalah kesehatan.
Setahun kemudian, Megawati kembali tidak hadir dalam Sidang Tahunan MPR 2025. Kali ini alasannya berbeda. Puan mengatakan Megawati sedang dalam kondisi kurang sehat sehingga dirinya mewakili kehadiran sang ibu dalam forum tersebut.
Puan bahkan menyebut Megawati secara khusus ketika membuka Sidang Tahunan 2025. Megawati yang juga Ketua Umum PDIP dinyatakan diwakili oleh Puan dalam acara tersebut. Berbeda dari 2024, alasan kesehatan pada 2025 disampaikan secara terbuka setelah sidang selesai.
Pada 2026, pola ketidakhadiran itu kembali berulang. Megawati tidak terlihat dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada 14 Agustus 2026, sementara sejumlah mantan pemimpin negara lainnya hadir. Namun, hingga setelah sidang berlangsung, belum ada alasan resmi yang dapat memastikan mengapa Megawati kembali absen tahun ini.
Karena itu, alasan pada 2024 maupun 2025 tidak bisa otomatis digunakan untuk menjelaskan ketidakhadiran pada 2026. Pada 2024, Megawati disebut memiliki agenda lain dan berada dalam kondisi sehat, sedangkan pada 2025 Puan menyebutnya kurang sehat. Untuk tahun ini, penjelasan dari Megawati, Puan maupun pihak PDIP masih diperlukan sebelum ketidakhadirannya dapat dikaitkan dengan alasan tertentu.
Absennya Megawati tiga tahun berturut-turut juga tidak cukup untuk langsung dibaca sebagai sikap politik terhadap pemerintah atau tokoh tertentu. Tidak ada keterangan resmi yang menyebut ketidakhadiran tersebut berkaitan dengan hubungan Megawati dengan Presiden Prabowo Subianto maupun Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kesimpulan semacam itu membutuhkan fakta dan pernyataan langsung dari pihak terkait.
Catatan tiga tahun terakhir menunjukkan alasan ketidakhadiran Megawati berubah-ubah, sementara 2026 masih menyisakan tanda tanya. Pada 2024 karena disebut memiliki agenda lain, pada 2025 karena kurang sehat, dan pada 2026 penyebabnya belum dijelaskan secara resmi. Dengan demikian, pertanyaan mengenai mengapa Megawati kembali absen tahun ini masih menunggu jawaban dari pihak PDIP atau Megawati sendiri. (RHU)