JAKARTA, AFU.ID — Kebiasaan mengonsumsi kopi pada sore hingga malam hari dapat berdampak pada kualitas tidur dan memicu keluhan seperti jantung berdebar, terutama bagi individu yang sensitif terhadap kafein. Dokter spesialis jantung Rony Marethianto Santoso menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi sebelum pukul 14.00.
Menurut Rony, waktu minum kopi perlu diperhatikan karena efek stimulasi dari kafein dapat bertahan selama beberapa jam. Jika dikonsumsi terlalu sore, tubuh bisa tetap terjaga saat seharusnya mulai beristirahat. “Kalau kakek-kakek kita zaman dulu itu minum kopinya pagi-pagi saat sarapan atau setelah makan siang,” ujar Rony dalam temu media di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa kafein memiliki efek simpatomimetik, yaitu merangsang sistem saraf simpatik. Pada sebagian orang, efek ini dapat meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga bisa menyebabkan jantung berdebar dan mengganggu pola tidur. “Karena kafein dalam kopi itu mengandung simpatomimetik yang meningkatkan aktivitas saraf simpatik, sehingga jantung kita bisa lebih berdebar-debar,” jelasnya.
Meski demikian, respons terhadap kafein berbeda pada setiap individu. Tingkat sensitivitas dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, obat yang dikonsumsi, kebiasaan minum kopi, serta kemampuan tubuh dalam memetabolisme kafein. Pedoman dari FDA dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa menyebutkan bahwa konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Namun, jumlah tersebut bukanlah target yang harus dicapai dan sebaiknya dikurangi jika muncul keluhan seperti sulit tidur, gelisah, tremor, atau jantung berdebar.
Kandungan kafein dalam kopi juga bervariasi, tergantung jenis biji, metode penyeduhan, ukuran sajian, serta takaran kopi yang digunakan. Oleh karena itu, batas konsumsi tidak bisa hanya dihitung berdasarkan jumlah cangkir. Rony juga mengingatkan pentingnya memperhatikan bahan tambahan dalam kopi. Gula, krimer, susu, dan sirup dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan mengurangi manfaat kopi sebagai minuman rendah kalori.
Ia sendiri memilih kopi Americano tanpa tambahan berlebih. Menurutnya, masalah dalam konsumsi kopi sering kali bukan berasal dari kopinya, melainkan dari gula dan krimer yang digunakan secara berlebihan. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal pada 2025 menunjukkan bahwa konsumsi kopi pada pagi hari berkaitan dengan risiko kematian secara umum dan akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan kebiasaan minum kopi sepanjang hari. Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.
Bagi orang yang mengalami nyeri lambung, mual, atau ketidaknyamanan saat minum kopi dalam keadaan perut kosong, disarankan untuk mengonsumsinya setelah sarapan. Sementara itu, bagi individu yang sensitif terhadap kafein, konsumsi setelah makan siang tetap perlu dibatasi agar tidak mengganggu waktu tidur. Masyarakat juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila kopi secara konsisten memicu nyeri dada, jantung berdebar berkepanjangan, sesak napas, pusing, atau gangguan tidur berat. (RHU)