JAKARTA, AFU.ID - Sektor pertanian masih menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Kontribusi sektor ini mencapai 12,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Hal itu semakin menegaskan, peran sektorpertanian sebagai penopang sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026.
"Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (5/5/2026), seperti dikutip ANTARA.
Amran menegaskan capaian tersebut menjadi bukti nyata sektor pertanian semakin kuat serta berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi domestik maupun global saat ini.
Ia menyatakan pertanian kini tidak hanya menjadi penyangga, melainkan telah berkembang menjadi penggerak utama ekonomi nasional, terutama ketika sektor lain menghadapi tekanan sehingga perannya semakin strategis dan signifikan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu dari lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto nasional (PDB).
Kelima lapangan usaha tersebut meliputi industri pengolahan sebesar 19,07 persen, perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan 8,69 persen dalam struktur perekonomian nasional.
Dalam struktur tersebut, sektor pertanian menempati posisi ketiga sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto, menunjukkan peran pentingnya dalam menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Mentan menegaskan stabilitas sektor pertanian tidak terlepas dari rangkaian kebijakan struktural yang telah dijalankan secara konsisten dan terintegrasi oleh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menjelaskan peningkatan produksi, lonjakan ekspor, serta pengendalian impor menjadi bagian dari orkestrasi besar kebijakan pertanian untuk memperkuat fondasi sektor tersebut agar semakin mandiri dan berdaya saing.
“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Amran.
Selain itu, penguatan sektor pertanian juga didukung oleh berbagai langkah konkret di lapangan yang memastikan produksi meningkat, petani terlindungi, serta ketersediaan pangan tetap terjaga bagi masyarakat luas.
Mentan juga menyoroti produk domestik bruto sektor pertanian sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,74 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir bagi sektor tersebut.
Momentum pertumbuhan tersebut, menurutnya, berlanjut hingga awal tahun 2026 yang tercermin dari stabilnya kontribusi sektor pertanian dalam struktur produk domestik bruto nasional secara keseluruhan.
Melalui deregulasi, modernisasi, serta penguatan kebijakan harga gabah petani, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus fondasi penting menuju swasembada berkelanjutan di Indonesia.
MAR