JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah menargetkan penerbitan surat utang Panda Bonds senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun di pasar keuangan China pada tahun ini. Instrumen tersebut disiapkan untuk memperluas sumber pembiayaan sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui diversifikasi pendanaan internasional.
Rencana itu mengemuka dalam rangkaian kunjungan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ke China pada 16–19 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Purbaya bertemu dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an, bank sentral China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), hingga sejumlah investor.
Purbaya mengatakan target awal penerbitan Panda Bonds ditetapkan sebesar US$1 miliar. “Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa. Kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar,” kata Purbaya di Beijing, Kamis (18/6/2026).
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan seluruh proses administrasi yang dibutuhkan untuk memperoleh izin penerbitan dari otoritas keuangan China. Dukungan dari bank sentral China dinilai cukup kuat agar proses tersebut dapat berjalan lebih cepat. Menurut Purbaya, PBOC bahkan meminta agar dokumen dari pihak penjamin emisi atau underwriter segera disampaikan. Dengan begitu, proses perizinan dapat langsung diproses tanpa hambatan berarti.
Purbaya yakin Panda Bonds dapat diterbitkan dalam waktu dekat apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi. “Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya begitu izinnya keluar. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin,” ujar Purbaya.
Pemerintah menilai penerbitan Panda Bonds penting untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan. Langkah tersebut juga diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan berbasis dolar AS maupun mata uang utama lainnya. Selain itu, Indonesia dan China telah memiliki skema kerja sama transaksi mata uang lokal yang memungkinkan konversi langsung yuan ke rupiah. Mekanisme tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Dalam pertemuan dengan pemerintah China, Purbaya juga memperoleh dukungan terhadap rencana penerbitan obligasi tersebut. Dukungan itu dinilai penting karena Kementerian Keuangan China memiliki pengaruh besar terhadap sejumlah BUMN dan calon investor potensial.
Panda Bonds merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China menggunakan mata uang yuan. Instrumen ini memberi akses kepada penerbit untuk memperoleh pendanaan dari salah satu pasar obligasi terbesar di dunia dengan basis investor yang luas.
Pemerintah berharap penerbitan Panda Bonds tidak hanya membuka sumber pembiayaan baru, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan keuangan Indonesia dengan China. Dana yang diperoleh nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan anggaran maupun pembiayaan pembangunan nasional. (ANT/RAI)