AFU.id

Produktivitas Modeling Budidaya Lobster Batam Meningkat, Ekonomi Pesisir Ikut Tumbuh

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Produktivitas Modeling Budidaya Lobster Batam Meningkat, Ekonomi Pesisir Ikut Tumbuh
(Foto: KKP RI)

Produktivitas Modeling Budidaya Lobster Batam Didukung Teknologi dan Ekonomi Biru

Selanjutnya, Produktivitas Modeling Budidaya Lobster Batam diperkuat melalui penerapan teknologi budi daya yang dirancang agar dapat direplikasi di berbagai wilayah potensial. Kepulauan Riau dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki daya dukung lingkungan yang baik, kedekatan dengan pasar, serta ketersediaan pakan melalui pengembangan budi daya kerang bersama masyarakat pesisir. Kawasan seluas tiga hektare tersebut juga dilengkapi fasilitas nursery dan cold room untuk mendukung proses produksi.

Lebih lanjut, teknologi pendederan yang diterapkan mampu menghasilkan benih lobster berukuran lima gram sebelum memasuki tahap pembesaran. Produktivitasnya ditargetkan mencapai 40 kilogram lobster pada setiap lubang KJA berukuran 3x3 meter. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah BBL melalui pembesaran hingga ukuran konsumsi yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.

“Kita ingin potensi BBL tidak berhenti sebagai benih, tetapi dibesarkan menjadi lobster bernilai ekonomi tinggi di dalam negeri. Dengan dukungan regulasi, teknologi, pakan, sumber daya manusia, dan pasar, budi daya lobster dapat menjadi penggerak ekonomi pesisir sekaligus memperkuat produksi perikanan nasional,” tegas Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu.

Pengembangan budi daya lobster yang terintegrasi dengan teknologi, penyediaan pakan, dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa peningkatan produksi tidak hanya menghasilkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang lebih berkelanjutan. Model ini memperlihatkan potensi ekonomi biru sebagai pendekatan yang mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas perikanan, kesejahteraan masyarakat pesisir, dan keberlanjutan sumber daya kelautan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi