Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Alasan Persib Dikenai Sanksi FIFA: Sengketa Pembayaran Rp581,25 Juta dengan Robert Rene Alberts
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Persib Bandung dijatuhi sanksi FIFA Registration Ban yang mulai berlaku pada 10 Agustus 2026 akibat sengketa pembayaran sebesar Rp581,25 juta kepada mantan pelatih Robert Rene Alberts. Sengketa ini berakar dari kesepakatan pembayaran yang tidak dipenuhi Persib, yang menyebabkan Robert mengajukan gugatan ke FIFA pada 4 Juni 2025. FIFA memutuskan bahwa Persib harus membayar tunggakan tersebut beserta bunga, dan jika tidak dilunasi dalam waktu 45 hari, sanksi dapat berlanjut hingga tiga periode pendaftaran pemain.
Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (Antara)
JAKARTA,AFU.ID — Persib Bandung masuk daftar FIFA Registration Ban akibat sengketa pembayaran dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts. Sanksi yang mulai berlaku pada 10 Agustus 2026 itu membuat Maung Bandung dilarang mendaftarkan pemain baru selama tiga periode registrasi. Perkara tersebut bukan berasal dari aktivitas Persib pada musim baru 2026/2027, melainkan sengketa lama yang diputus FIFA pada 3 Oktober 2025.
FIFA Registration Ban adalah sanksi yang melarang klub mendaftarkan pemain baru, baik untuk kompetisi nasional maupun internasional. Artinya, klub tetap dapat melakukan perekrutan secara kesepakatan, tetapi pemain baru tidak dapat didaftarkan secara resmi selama hukuman masih berlaku. Sanksi tersebut dapat dicabut setelah kewajiban yang menjadi dasar hukuman diselesaikan sesuai ketentuan FIFA.
Dalam kasus Persib, akar persoalan bermula dari kesepakatan pembayaran antara klub dan Robert Rene Alberts yang dibuat pada 18 Februari 2025. Berdasarkan dokumen FIFA bernomor FPSD-19488, Persib menyepakati pembayaran total Rp3 miliar kepada Robert melalui 10 kali cicilan dari Maret hingga Desember 2025. Masalah kemudian muncul ketika pembayaran pada periode berikutnya tidak berjalan sesuai kesepakatan.
Pada 21 Maret 2025, Persib tercatat membayarkan Rp93,75 juta kepada Robert, sementara terdapat pemotongan Rp131,25 juta yang menurut Robert berkaitan dengan peningkatan kelas penerbangan. Mantan pelatih asal Belanda itu kemudian menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak Persib dan mengklaim masih memiliki sejumlah pembayaran yang belum diterima. Robert akhirnya membawa sengketa tersebut ke FIFA dengan mengajukan gugatan pada 4 Juni 2025.
Dalam gugatannya, Robert meminta FIFA menetapkan Persib memiliki tunggakan sebesar Rp581,25 juta yang terdiri dari pembayaran Maret, April, dan Mei 2025. FIFA kemudian memberikan kesempatan kepada Persib untuk memberikan tanggapan, tetapi berdasarkan dokumen keputusan, klub tidak menyampaikan jawaban atas gugatan tersebut. Kamar Status Pemain FIFA selanjutnya memeriksa perkara berdasarkan dokumen dan bukti yang tersedia.
FIFA kemudian mengabulkan sebagian tuntutan Robert dan mewajibkan Persib membayar Rp581,25 juta. Nilai tersebut terdiri dari Rp131,25 juta untuk pembayaran Maret serta masing-masing Rp225 juta untuk April dan Mei, ditambah bunga 5 persen per tahun sejak tanggal jatuh tempo masing-masing pembayaran. FIFA tidak mengabulkan tuntutan cicilan berikutnya karena pembayaran tersebut belum jatuh tempo ketika gugatan diajukan.
Diberi Wakti 45 Hari
Persib diberi waktu 45 hari sejak keputusan diberitahukan untuk melunasi kewajiban beserta bunga. Jika pembayaran tidak dilakukan, FIFA dapat menjatuhkan Registration Ban maksimal tiga periode pendaftaran pemain secara berturut-turut, baik untuk kompetisi nasional maupun internasional.
Manajemen Persib menyatakan, tengah menindaklanjuti keputusan tersebut melalui mekanisme yang berlaku. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan menegaskan perkara itu merupakan kasus lama dan bukan persoalan yang muncul dari aktivitas klub pada musim 2026/2027. “Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru,” kata Adhiti (RAI)