Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
FIFA Cabut Registration Ban Persib Bandung, Robert Rene Alberts Buka Suara soal Sengketa Pembayaran Rp581 Juta
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Mantan Pelatih Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. (Antara)
JAKARTA,AFU.ID — Persib Bandung telah terbebas dari sanksi FIFA Registration Ban setelah menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran kepada mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts. Nama Persib sudah tidak tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban sejak Selasa (11/8/2026) malam. Dengan pencabutan sanksi tersebut, Maung Bandung kembali dapat mendaftarkan pemain anyar untuk menghadapi musim 2026/2027.
Perselisihan pembayaran itu sebelumnya membuat Persib masuk dalam daftar larangan pendaftaran pemain FIFA. Robert kemudian mengonfirmasi bahwa klub telah melunasi seluruh pembayaran yang menjadi kewajibannya dan dirinya sudah menginformasikan penyelesaian tersebut kepada FIFA. Berakhirnya kewajiban itu sekaligus menutup sengketa antara Persib dan mantan pelatih asal Belanda tersebut.
Robert Rene Alberts Buka Suara
Robert memilih buka suara setelah muncul sejumlah komentar yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta perkara. Ia sengaja diam karena tidak ingin sengketa pribadi dengan Persib dibawa ke ruang publik dan masih memberikan kesempatan kepada klub untuk menyelesaikan kewajibannya melalui jalur yang semestinya. Namun, setelah dirinya dan keluarganya ikut disalahkan, Robert merasa perlu menjelaskan duduk perkara sengketa tersebut.
Robert menjelaskan, sengketa bermula dari kontrak yang ditandatanganinya bersama Persib pada 2021 dengan masa kerja hingga Mei 2025. Ia menegaskan tidak pernah dipecat dari posisi pelatih kepala, melainkan memilih mengundurkan diri. Setelah terjadi pergantian manajemen, Robert kembali membahas pembayaran yang masih tertunda bersama manajemen baru Persib dalam pertemuan pada Januari 2025.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati pembayaran secara bertahap mulai Maret hingga Desember 2025. Robert bahkan mengaku bersedia menerima nominal yang lebih rendah dibandingkan hak dalam kontrak awal sebagai bentuk kompromi untuk membantu kondisi klub. “Sebenarnya, saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga,” ujar Robert
Robert juga membantah anggapan Persib tidak mengetahui persoalan pembayaran tersebut. Menurutnya, manajemen klub mengetahui kesepakatan pembayaran, kewajiban yang masih tertunda, hingga proses yang kemudian dibawa ke FIFA. “Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi,” tegasnya.
Robert mengatakan, FIFA sebelumnya telah menetapkan adanya kewajiban Persib yang belum diselesaikan sebesar Rp581,25 juta. Klub memang sempat membayar sebagian kewajiban setelah sanksi dijatuhkan, tetapi menurut Robert masih terdapat pembayaran lain yang harus dipenuhi hingga Desember 2025. Setelah seluruh kewajiban dilunasi, Robert menyatakan tidak akan lagi membawa persoalan tersebut ke ruang publik.
Persib sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai pencabutan sanksi FIFA tersebut. Namun, dokumen FIFA menunjukkan nama Persib sudah tidak tercantum dalam daftar Registration Ban, sehingga klub dapat kembali mendaftarkan pemain barunya untuk musim 2026/2027. Penyelesaian pembayaran ini sekaligus mengakhiri perselisihan hak dan kewajiban antara Persib dengan Robert Rene Alberts. (RAI)