AFU.id

Update Korban Gempa NTT: 68 Orang Tewas, 213 Luka-luka

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 68 orang tewas dan 213 lainnya luka-luka, dengan Kabupaten Manggarai mencatat korban tertinggi. Hingga 17 Agustus 2026, BNPB terus memperbarui data korban seiring dengan proses pencarian yang berlangsung, sementara BMKG melaporkan 1.598 gempa susulan. Pemerintah pusat, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, mengerahkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menangani dampak bencana, dengan fokus pada keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Update Korban Gempa NTT: 68 Orang Tewas, 213 Luka-luka
Tembok Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-Ditjenpas NTT

1.598 Gempa Susulan

Gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026). Setelah gempa utama, aktivitas kegempaan masih terus terjadi di wilayah tersebut. BMKG mencatat sebanyak 1.598 gempa susulan hingga Senin (17/8/2026) pukul 07.00 WIB. Aktivitas kegempaan di NTT masih akan dipantau dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah pusat mengerahkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menangani dampak gempa. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta jajaran Kabinet Merah Putih turun langsung ke wilayah terdampak. Jajaran yang diminta hadir antara lain Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, BNPB, Basarnas, serta unsur Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom.

Prabowo mengatakan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam penanganan bencana tersebut. "Saya juga telah meminta jajaran terkait untuk hadir langsung di lapangan," kata Prabowo melalui unggahan Instagram, Minggu (16/8/2026). Pemerintah terus melakukan pencarian, pendataan, serta penanganan terhadap warga yang terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi