JAKARTA, AFU.ID — Venezuela kembali mengalami guncangan gempa bumi. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,7 pukul 22.16 GMT atau Sabtu pukul 05.16 WIB pada Jumat malam (26/6/2026) . Episentrum gempa terletak sekitar 54 kilometer di utara El Limon dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan ini menjadi catatan terbaru dalam serangkaian aktivitas seismik yang terus melanda negara Amerika Latin tersebut. Korban jiwa akibat dua gempa besar yang terjadi sebelumnya telah mencapai 920 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 3.360 orang berdasarkan konfirmasi Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Jumat.
Tekanan psikologis terus menimpa para penyintas. Guncangan gempa susulan membuat korban yang masih trauma tetap waspada di tengah berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan yang intensif.
Prakiraan dari USGS menunjukkan potensi bencana lebih besar di masa depan dekat. Lembaga geologi internasional memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Angka persentase ini, meskipun terlihat kecil, tetap menjadi ancaman serius mengingat skala kerusakan yang telah terjadi akibat gempa-gempa sebelumnya.
Sebagai informasi, bencana gempa bumi di Venezuela dimulai pada hari Rabu ketika dua gempa berkekuatan dahsyat mengguncang wilayah tersebut dengan selisih waktu yang sangat singkat. USGS melaporkan gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 diikuti gempa kedua magnitudo 7,5 hanya 39 detik kemudian.
Gempa dengan magnitudo 7,5 gempa terbesar dari serangkaian bencana ini berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Kota Yumare, Negara Bagian Yaracuy. Sementara itu, gempa magnitudo 7,2 berpusat sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, juga di Negara Bagian Yaracuy.
Kedua gempa ini menjadi pemicu utama keruntuhan infrastruktur dan jatuhnya korban dalam jumlah besar di seluruh wilayah terdampak.
Upaya penyelamatan terus berlangsung untuk menemukan korban yang masih tertimpa reruntuhan dan memberikan bantuan medis kepada yang terluka. Bantuan internasional beserta tim pencarian dan penyelamatan telah dikerahkan untuk mendukung operasi kemanusiaan bersama pihak berwenang Venezuela.
Dengan lebih dari 900 korban meninggal dan ribuan terluka, Venezuela menghadapi krisis kemanusiaan yang serius. Infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak mengalami kerusakan, membuat akses layanan medis semakin terbatas bagi para korban yang membutuhkan perawatan intensif.
Selain itu, ribuan orang kehilangan rumah dan sarana dasar kehidupan akibat bencana ini. Distribusi makanan, air bersih, dan tempat penampungan sementara menjadi prioritas utama dalam operasi kemanusiaan saat ini. (ANT/NAD)