JAKARTA, AFU.ID — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tambahan satu korban meninggal berasal dari Kabupaten Nagekeo. Sementara itu, pemerintah telah menyalurkan ratusan ton bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan pemerintah menyampaikan belasungkawa atas bertambahnya jumlah korban jiwa. “Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Berton dalam konferensi pers secara daring, Rabu.
Selain memperbarui data korban, BNPB menyampaikan perkembangan distribusi bantuan sejak gempa terjadi pada Sabtu. Hingga Selasa (18/08/2026) pukul 18.00 WIB, pemerintah telah menyalurkan sekitar 398 ton bantuan ke NTT. Dari jumlah tersebut, sekitar 165 ton dikirim melalui jalur udara.
Meski bantuan udara terus dilakukan, jalur darat masih menjadi moda utama untuk membawa logistik dari titik distribusi menuju lokasi pengungsian. BNPB menyebut kondisi geografis Flores dan sejumlah ruas jalan menjadi kendala dalam proses penyaluran. Distribusi bantuan harus dilakukan secara bertahap karena akses menuju sejumlah wilayah terdampak tidak mudah dilalui.
“Kita perlu pahami bahwa karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang membuat distribusi ini menjadi pelan karena memang dilakukan secara bertahap,” ujar Berton. Menurut BNPB, kondisi akses jalan dari kecamatan menuju titik pengungsian juga memengaruhi kecepatan bantuan sampai kepada masyarakat.
Pemerintah turut mengoptimalkan jalur laut untuk mengirim bantuan dalam jumlah besar. Pada 18 Agustus, KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai dengan membawa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan yang dihimpun dari masyarakat. Logistik tersebut selanjutnya didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
BNPB menyebut distribusi dari titik utama menuju desa-desa terdampak masih membutuhkan waktu. Kondisi jalan yang labil serta ukuran akses yang relatif kecil menjadi tantangan bagi petugas untuk menjangkau sejumlah lokasi. Pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait masih melanjutkan penanganan darurat serta distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa NTT. (RHU)